Cinta bisa mengalahkan segalanya, hm kalau rasa kangen datang, bawaannya wajib ketemuan setiap saat, karena kalau tidak melihat wajahnya yang rupawan serasa ada yang kurang, karena entah mengapa rasa dan ingin yang besar untuk selalu tetap bersamanya muncul tatkala tak bisa dipendam lagi untuk selalu selalu selalu ada di dekatnya. Perasaan cinta yang nenggebu-gebu ini tak bisa hanya diam di tempat saja tetapi benar-benar harus terucap kalau cinta itu ada, tak kenal waktu, ruang, tempat dan PERBEDAAN.
Perbedaan selalu menjadi penghalang dalam menjalin hubungan percintaan dan coba kita simak secara seksama, sesungguhnya manusialah yang menciptakan perbedaan sehingga penjadi jurang penghalang setiap hubungan seperti perbedaan agama, yang menurut kacamata saya, agama itu boleh beda sesungguhnya tidak ada ajaran agama yang buruk, semuanya mengajarkan banyak kebaikan pada akhirnya yang kembali kepada sang pencipta. Tidak ada satu agama saja yang umatnya masuk surga jadi perbedaan agama bukanlah masalah yang patut dipermasalahkan bila masing-masing pasangan dan keluarganya punya prinsip saling Cinta dan kasih mengasihi. Tapi Manusia jualah yang membuat jurang pemisah sehingga banyak kekasih yang harus menahan, menolak, dan berpisah hanya karena beda agama.
Cinta tak harus memiliki, kalimat ini hanya cocok untuk orang yang sudah punya pasangan Tetap (ada yang harus dibayar), punya keluarga yang sudah terbina, sehingga bila kita mengharapkan cinta dari situasi seperti ini, jelas bertentangan karena pandangan saya, banyak pribadi yang kita sakiti dan khianati bila harus bekerja keras memperebutkan cinta yang terlarang. Ini sih benar-benar terlarang seperti kata DEWA = pupus abis deh.
Hal yang dimunculkan oleh manusia yang menyebabkan harus kandasnya suatu hubungan percintaan adalah status ekonomi. Yang kaya akan mencari pasangan yang selevel dengannya kalau tidak apa kata keluarga, dan ocehan dari berbagai kalangan. Yah cinta ini hanya diciptakan demi gengsi dan harga diri (biasanya tidak bertahan lama dan penuh dengan kemunafikan dan kebohongan, sekalipun gelimang harta tapi menjalin hubungan bisa saja karena tidak cinta).
Berikutnya orang tidak bisa menikmati hubungan percintaan karena beda suku, huh lagi-lagi ras dipermasalahkan karena disebabkan oleh stigma yang juga dari hasil karya manusia kalau suku A lebih baik dari suku B. Suku C banyak tipunya dan tukang cari perkara atau suku D sombong-sombong, suku E kasar-kasar orangnya, Suku F matrelistis, pokoknya banyaklah secara di Indonesia banyak suku apalagi di dunia.
Mau tahu, mengapa kadang hubungan dan rasa cinta harus berakhir hanya karena beda pendapat. Ini dia yang kadang-kadang menjadi hal lucu yang diperdebatkan. Namanya manusia, yang nota bene lahirnya beda situasi, bentuk kepala yang berbeda-beda apalagi isi kepala. Beda pendapat yang oleh beberapa pasangan dijadikan penghalang untuk melanjutkan suatu hubungan yang terbina adalah ketika salah satu pihak tidak ada yang mau mengalah demi pasangannya. Ini kan faktor yang diciptakan sendiri.
Hubungan jarak jauh yang membuat manusia kadang tidak bertahan lama untuk menciptakan kesetiaan pada pasangannya karena mereka melihat bahwa hubungan jarak jauh menjadi faktor kendala. Ini juga salah satu faktor penting yang harus kita pikirkan kalau kita menjalin hubungan dengan seseorang yang nota bene kita sama sekali tidak berdekatan dengannya dalam waktu yang lama sebagai teman hidup kita, untuk apa kita memulai percintaan dengannya, karena hanya buang-buang waktu saja dan sebaiknya situasi seperti ini kita jadikan sebagai teman baik agar tidak menyusahkan kedua belah pihak. Sementara bila kita menjalin hubungan dan suatu hari kelak kita dihadapkan dengan situasi dimana tiba-tiba kita harus mengalami kondisi perbedaan jarak jauh yang relatif singkat dan akan dipertemukan kembali selayaknya kita harus bisa setia dalam banyak hal. Namun tidak semua orang bisa bertahan dengan kondisi jarak jauh dengan pasangan hanya karena tidak setia.
Satu kesimpulan terakhir yang bisa saya ambil bahwa sesungguhnya manusia yang menjadi penyebab segala-galanya, manusia yang merasa dirinya paling baik, paling benar, paling bagus yang menjadikan manusia lain berbeda. Padahal Tuhan saja tidak membeda-bedakan hasil ciptaanNya.
Minggu, Juni 05, 2011
Jumat, Juni 03, 2011
Mimpi Yang Sempurna
KETIKA DIA BUKAN YANG TERBAIK TETAPI KITA HARUS MENERIMAnya KARENA TAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI. UNTUK MENGENAL KEMBALI ORANG LAIN, SEBENARNYA SAMA SAJA. TIDAK ADA YANG BERBEDA. KARENA SEPERTI ITULAH ADANYA.
TERUS PERTANYAAN DEMI PERTANYAAN SELALU MUNCUL, DAN JAWABANNYA CUMA SATU. NIKMATI SAJA HIDUP INI, BAK SLOGAN ROKOK LA “BERANI ENJOY” . YA SUDAH, KLO BERANI MAKA TERUSKANLAH KALAU TIDAK BERANI MAKA BERAKHIRLAH. TINGGAL MEMILIH SALAH SATUNYA. DAN PILIHAN ADALAH BAGIAN DARI HIDUP YANG HARUS DILEWATI.
DIA BAGAIKAN MATA AIR YANG TERUS MENGALIR TIADA HENTI DAN AKU TAK PERNAH TAHU KAPAN AKAN KERING. KADANG ALIRANNYA DERAS NAMUN KADANG ALIRANNYA TENANG DAN LAGI-LAGI AKU HARUS MENIKMATI ALIRAN AIR ITU. IBARAT HIDUPKU ENJOY AJA.
MIMPI...MIMPI YANG SEMPURNA. SEJENAK KUDENDANGKAN LIRIK LAGU PETERPAN “
mungkinkah bila ku bertanya
pada bintang-bintang
dan bila ku mulai merasa
bahasa kesunyian
salahkah aku yang berjalan
dalam kehampaan
terdiam, terpana, terbata
semua dalam keraguan
* aku dan semua
yang terluka karena kita
reff: aku kan menghilang
dalam pekat malam
lepas ku melayang
biarlah ku bertanya
pada bintang-bintang
tentang arti kita
dalam mimpi yang sempurna
AKU TAHU KALAU AKU TERLALU SANGAT BERMIMPI. MIMPI YANG SEMPURNA. TAK SALAH TOH KALAU BERMIMPI. KARENA SETIAP MENIT AKAN KUSEMPATKAN DIRIKU UNTUK TERUS BERMIMPI. “ MIMPI “ ADALAH SCHEDULE TETAPKU. TANPA ALARM, TANPA MEMO PUN TETAP KUHAYALIN MIMPI²KU ITU.
DAN HARUS KUYAKINI DAN KUPERCAYA BAHWA MIMPI ITU KAN JADI KENYATAAN.
(by dream come true comunity)
TERUS PERTANYAAN DEMI PERTANYAAN SELALU MUNCUL, DAN JAWABANNYA CUMA SATU. NIKMATI SAJA HIDUP INI, BAK SLOGAN ROKOK LA “BERANI ENJOY” . YA SUDAH, KLO BERANI MAKA TERUSKANLAH KALAU TIDAK BERANI MAKA BERAKHIRLAH. TINGGAL MEMILIH SALAH SATUNYA. DAN PILIHAN ADALAH BAGIAN DARI HIDUP YANG HARUS DILEWATI.
DIA BAGAIKAN MATA AIR YANG TERUS MENGALIR TIADA HENTI DAN AKU TAK PERNAH TAHU KAPAN AKAN KERING. KADANG ALIRANNYA DERAS NAMUN KADANG ALIRANNYA TENANG DAN LAGI-LAGI AKU HARUS MENIKMATI ALIRAN AIR ITU. IBARAT HIDUPKU ENJOY AJA.
MIMPI...MIMPI YANG SEMPURNA. SEJENAK KUDENDANGKAN LIRIK LAGU PETERPAN “
mungkinkah bila ku bertanya
pada bintang-bintang
dan bila ku mulai merasa
bahasa kesunyian
salahkah aku yang berjalan
dalam kehampaan
terdiam, terpana, terbata
semua dalam keraguan
* aku dan semua
yang terluka karena kita
reff: aku kan menghilang
dalam pekat malam
lepas ku melayang
biarlah ku bertanya
pada bintang-bintang
tentang arti kita
dalam mimpi yang sempurna
AKU TAHU KALAU AKU TERLALU SANGAT BERMIMPI. MIMPI YANG SEMPURNA. TAK SALAH TOH KALAU BERMIMPI. KARENA SETIAP MENIT AKAN KUSEMPATKAN DIRIKU UNTUK TERUS BERMIMPI. “ MIMPI “ ADALAH SCHEDULE TETAPKU. TANPA ALARM, TANPA MEMO PUN TETAP KUHAYALIN MIMPI²KU ITU.
DAN HARUS KUYAKINI DAN KUPERCAYA BAHWA MIMPI ITU KAN JADI KENYATAAN.
(by dream come true comunity)
Minggu, Mei 08, 2011
Di balik kebahagiaan ada pengorbanan
Jangan salahkan diri sendiri kalau hingga saat ini, kamu masih mencari yang namanya “Kebahagiaan”.
Sampai ke ujung pelosok dan dunia sekalipun kita tak akan mendapatkan kebahagiaan sejati bila tak ada pengorbanan sedikitpun yang kita berikan kepada diri kita.
Seorang teman menanyakan kepada saya, kapan kamu menikah, ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab (hanya untuk saat sekarang) karena bukan itu kebahagiaan yang saya cari. Justru yang ingin saya dengar adalah apakah pasangan saya sudah siap lahir dan batin untuk menikah.
Siap atau tidak siap ternyata jawaban yang sangat sulit. Saudara saya berkata “mau tidak mau kamu harus siap” karena di balik pernyataan “mau” banyak hal yang dikorbankan.
“Apakah kamu pintar masak?”, tanya Pin kepadaku. Sejenak ku terdiam dan sambil tersenyum sipu aku menjawabnya, ”aku bisa memasak tetapi tidak begitu pintar layaknya chef terkenal”.
“Apakah kamu suka jajan/makan di restoran (atau makan jajanan menu di luar rumah)?”,tanyanya lagi, dengan cepat aku menjawab “kadang-kadang”. Dalam pikiranku sepertinya dia hendak mengetestku dengan pertanyaan simple tapi mengandung makna dibalik itu semuanya.
Apapun yang ingin diketahui akan kujawab sebisaku untuk jujur kepadanya bahwa seperti inilah diriku.
Aku langsung beranjak dari tempat dudukku menuju pantri dan mengambil segelas air karena seketika terasa kering tenggorokan ini. Apa yang ingin banyak diketahuinya. Tuhan tolong aku karena aku tak mau kehilangan dirinya bila ada kekurangan pada diriku yang membuatnya akan jauh dariku.
Aku kembali lagi ke ruang depan dan baru saja duduk, tiba-tiba katanya, “kamu kelihatan gugup sekali, ada apa?”
Aku tak bisa berkata apa-apa, memang benar aku tampak gugup dan aku tak bisa membohongi diriku kalau aku sangat gugup saat ini. “Bisakah aku meminta segelas air putih? Aku haus sekali, pintanya padaku.
Oh, dengan senang hati sekali aku mengambil segelas air untuknya dan sekarang giliranku untuk bertanya kepadanya, kamu benar-benar haus atau gugup? Jawabnya: aku haus aku tidak kelihatan gugup.
“Sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui dariku dan mengapa?”, tanyaku
Ia menjawab : “aku hanya ingin menjalin hubungan serius denganmu dan aku ingin tahu banyak tentangmu”.
Aku berkata padanya, tak usah bertanya lagi biar aku saja yang menjelaskannya.
ASI is my name. Jika kamu benar-benar ingin serius denganku cintai aku apa adanya, tak usah banyak tanya lagi karena dengan berjalannya waktu kamu juga akan tahu tentang diriku, sudah 3 tahun kita menjalani hubungan dan baru saat ini kamu menyatakan keseriusan hubungan ini artinya kamu sudah seharusnya tahu tentang sifatku. Apa yang ingin kamu ketahui? Masa laluku atau masa depan kita? Sebenarnya pertanyaan yang cocok buatmu adalah apakah kamu sudah siap untuk serius? Karena tentunya dibalik keseriusan ini yang kita cari adalah kebahagiaan. Dan tidak ada kebahagiaan diperoleh secara gratisan, semuanya penuh pengorbanan dalam proses kehidupan yang kita jalani. Sekali lagi, apa kamu sudah siap?
Sampai ke ujung pelosok dan dunia sekalipun kita tak akan mendapatkan kebahagiaan sejati bila tak ada pengorbanan sedikitpun yang kita berikan kepada diri kita.
Seorang teman menanyakan kepada saya, kapan kamu menikah, ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab (hanya untuk saat sekarang) karena bukan itu kebahagiaan yang saya cari. Justru yang ingin saya dengar adalah apakah pasangan saya sudah siap lahir dan batin untuk menikah.
Siap atau tidak siap ternyata jawaban yang sangat sulit. Saudara saya berkata “mau tidak mau kamu harus siap” karena di balik pernyataan “mau” banyak hal yang dikorbankan.
“Apakah kamu pintar masak?”, tanya Pin kepadaku. Sejenak ku terdiam dan sambil tersenyum sipu aku menjawabnya, ”aku bisa memasak tetapi tidak begitu pintar layaknya chef terkenal”.
“Apakah kamu suka jajan/makan di restoran (atau makan jajanan menu di luar rumah)?”,tanyanya lagi, dengan cepat aku menjawab “kadang-kadang”. Dalam pikiranku sepertinya dia hendak mengetestku dengan pertanyaan simple tapi mengandung makna dibalik itu semuanya.
Apapun yang ingin diketahui akan kujawab sebisaku untuk jujur kepadanya bahwa seperti inilah diriku.
Aku langsung beranjak dari tempat dudukku menuju pantri dan mengambil segelas air karena seketika terasa kering tenggorokan ini. Apa yang ingin banyak diketahuinya. Tuhan tolong aku karena aku tak mau kehilangan dirinya bila ada kekurangan pada diriku yang membuatnya akan jauh dariku.
Aku kembali lagi ke ruang depan dan baru saja duduk, tiba-tiba katanya, “kamu kelihatan gugup sekali, ada apa?”
Aku tak bisa berkata apa-apa, memang benar aku tampak gugup dan aku tak bisa membohongi diriku kalau aku sangat gugup saat ini. “Bisakah aku meminta segelas air putih? Aku haus sekali, pintanya padaku.
Oh, dengan senang hati sekali aku mengambil segelas air untuknya dan sekarang giliranku untuk bertanya kepadanya, kamu benar-benar haus atau gugup? Jawabnya: aku haus aku tidak kelihatan gugup.
“Sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui dariku dan mengapa?”, tanyaku
Ia menjawab : “aku hanya ingin menjalin hubungan serius denganmu dan aku ingin tahu banyak tentangmu”.
Aku berkata padanya, tak usah bertanya lagi biar aku saja yang menjelaskannya.
ASI is my name. Jika kamu benar-benar ingin serius denganku cintai aku apa adanya, tak usah banyak tanya lagi karena dengan berjalannya waktu kamu juga akan tahu tentang diriku, sudah 3 tahun kita menjalani hubungan dan baru saat ini kamu menyatakan keseriusan hubungan ini artinya kamu sudah seharusnya tahu tentang sifatku. Apa yang ingin kamu ketahui? Masa laluku atau masa depan kita? Sebenarnya pertanyaan yang cocok buatmu adalah apakah kamu sudah siap untuk serius? Karena tentunya dibalik keseriusan ini yang kita cari adalah kebahagiaan. Dan tidak ada kebahagiaan diperoleh secara gratisan, semuanya penuh pengorbanan dalam proses kehidupan yang kita jalani. Sekali lagi, apa kamu sudah siap?
Langganan:
Postingan (Atom)
