Jumat, Desember 22, 2023

 

HUTANG

Dulu saya termasuk type orang yang anti hutang

Mengapa ??? karena :

1.     Takut gak bisa bayar

2.     Malu untuk berhutang , apalagi kepada orang/teman/keluarga terdekat

3.     Hutang identic dengan kekurangan

4.     Hutang identic dengan hidup boros

5.     Hutang identic dengan tidak mampu

6.     Hutang identic dengan MENGEMIS

7.     Hutang identic dengan tidak becus mengurus keuangan diri sendiri

8.     Dan banyak alasan lainnya

Namun ada beberapa kondisi Dimana ternyata kita sebagai manusia yang tidak sempurna ini harus berhutang juga. Apapun bentuk hutang kita baik ke perorangan maupun ke bank/koperasi bahkan ke rentenir sekalipun dengan bunga yang aduhai, mau tidak mau tetap berhutang karena kondisi ekonomi yang kepepet/terdesak.

Bersyukurlah bagi mereka yang sepanjang hidupnya tidak ada hutang.

Terkadang selalu berdoa agar dijauhi dari hutang-hutang jahanam. Namun sebagai manusia yang apalah daya, Selalu MALU bila meminta-minta untuk berhutang, seperti pengemis. Dan terjadi rasa bersalah yang berlebih jika kita berhutang , padahal orang yang kita mintai hutang juga sedang dalam kesulitan.

Itulah hidup. Apapun yang terjadi semua karena cita-cita dan Impian kita. Bolehlah kita punya Impian setinggi-tingginya namun kadang di saat kita sedang merealisasikan Impian kita, masih saja ada halangan dan rintangan yang datang silih berganti, yang mau tidak mau harus kita lewati.

Salah satu rintangan adalah dengan berHUTANg.

Mau berhutang pada orang terdekat tetapi hmmmmm susah untuk mengungkapkannya dengan KATA .

Ketika ditagih eh malah hubungan kedekatan jadi kacau balau. Yang awalnya kompak saling melengkapi, giliran gara-gara hutang malah jadi tersinggung.

Mungkin bagi Sebagian orang pantangan untuk berhutang. Namun ada kasus-kasus tertentu yang membuat Sebagian keluarga/pribadi harus berhutang. (Lebih pada kasus PENDIDIKAN-KESEHATAN-URGENT MASALAH KELUARGA TERDESAK) – dan Modal “NEKAD” Dimana memang mau tidak mau kita harus berhutang.

Ketika kita ber-hutang ke mereka yang menurut kita mereka mampu untuk memberi hutangan, kadang-kadang kita SERING SALAH KAPRAH. Begini ya guys, masing-masing kita porsinya rejeki dan penghasilan rata-rata sama ya di NKRI ya.

 

Yang membedakannya adalah :

1.     Gaya Hidup

2.     Impian Hidup

3.     Kebutuhan

4.     Jumlah tanggungan pribadi, anak, keluarga inti

5.     Biaya Rekreasi

6.     Biaya Tak Terduga

7.     Biaya Pendidikan

8.     Biaya Kesehatan

9.     Tabungan dan Investasi

Jangan pikir kalau 0rang yang penghasilannya >10 jutaan terus hidupnya lebih mampu dan layak , tidak semua yang penghasilannya 2 digit hidupnya MEWAH dibanding 1 digit. Pola hidup masing-masing pribadi/keluarga berbeda-beda guys, tergantung dari 9 ITEM diatas yang saya sebutkan tadi. Makanya Ketika mau Hutang ke “mereka itu” dalam hati kecil saya selalu berpikir , kalau saya hutang dengan jumlah yang banyak apa akan mempengaruhi beban mereka kah? SO PASTI guys. Karena Ketika berHUTANG saya selalu memposisikan “MEREKA” seperti saya. Karena masing-masing kita punya beban hidup yang berbeda-beda. Yang Sebagian orang lebih memilih DIAM dan memendam segala persoalan hiruk pikuk kehidupannya. Sementara kita melihat dari sisi LUAR saja, orang tersebut kok seperti tanpa masalah dan sempurna, padahal ……..  hmmm😊

Dan akhirnyA BERHASIL HUTANG pada Perusahaan yang melayani HUTANG 😊 yang setoran wajib dan bunganya sungguh aduhai. Setidaknya lebih damai hati lah meski damai hati tidak 100%

Sungguh naas namun tetap menikmati hidup dengan penuh sukacita.

Percaya bahwa :

“BADAI AKAN BERLALU & SEMUA PASTI AKAN INDAH PADA WAKTUNYA. SEMOGA TUHAN YESUS MEMBUKA JALAN BAGI KITA SEMUA YANG SEDANG BERJUANG UNTUK MEMBAYAR HUTANG DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP.”  AMIN (Renungan Diakhir Tahun)