KETIKA DIA BUKAN YANG TERBAIK TETAPI KITA HARUS MENERIMAnya KARENA TAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI. UNTUK MENGENAL KEMBALI ORANG LAIN, SEBENARNYA SAMA SAJA. TIDAK ADA YANG BERBEDA. KARENA SEPERTI ITULAH ADANYA.
TERUS PERTANYAAN DEMI PERTANYAAN SELALU MUNCUL, DAN JAWABANNYA CUMA SATU. NIKMATI SAJA HIDUP INI, BAK SLOGAN ROKOK LA “BERANI ENJOY” . YA SUDAH, KLO BERANI MAKA TERUSKANLAH KALAU TIDAK BERANI MAKA BERAKHIRLAH. TINGGAL MEMILIH SALAH SATUNYA. DAN PILIHAN ADALAH BAGIAN DARI HIDUP YANG HARUS DILEWATI.
DIA BAGAIKAN MATA AIR YANG TERUS MENGALIR TIADA HENTI DAN AKU TAK PERNAH TAHU KAPAN AKAN KERING. KADANG ALIRANNYA DERAS NAMUN KADANG ALIRANNYA TENANG DAN LAGI-LAGI AKU HARUS MENIKMATI ALIRAN AIR ITU. IBARAT HIDUPKU ENJOY AJA.
MIMPI...MIMPI YANG SEMPURNA. SEJENAK KUDENDANGKAN LIRIK LAGU PETERPAN “
mungkinkah bila ku bertanya
pada bintang-bintang
dan bila ku mulai merasa
bahasa kesunyian
salahkah aku yang berjalan
dalam kehampaan
terdiam, terpana, terbata
semua dalam keraguan
* aku dan semua
yang terluka karena kita
reff: aku kan menghilang
dalam pekat malam
lepas ku melayang
biarlah ku bertanya
pada bintang-bintang
tentang arti kita
dalam mimpi yang sempurna
AKU TAHU KALAU AKU TERLALU SANGAT BERMIMPI. MIMPI YANG SEMPURNA. TAK SALAH TOH KALAU BERMIMPI. KARENA SETIAP MENIT AKAN KUSEMPATKAN DIRIKU UNTUK TERUS BERMIMPI. “ MIMPI “ ADALAH SCHEDULE TETAPKU. TANPA ALARM, TANPA MEMO PUN TETAP KUHAYALIN MIMPI²KU ITU.
DAN HARUS KUYAKINI DAN KUPERCAYA BAHWA MIMPI ITU KAN JADI KENYATAAN.
(by dream come true comunity)
Jumat, Juni 03, 2011
Minggu, Mei 08, 2011
Di balik kebahagiaan ada pengorbanan
Jangan salahkan diri sendiri kalau hingga saat ini, kamu masih mencari yang namanya “Kebahagiaan”.
Sampai ke ujung pelosok dan dunia sekalipun kita tak akan mendapatkan kebahagiaan sejati bila tak ada pengorbanan sedikitpun yang kita berikan kepada diri kita.
Seorang teman menanyakan kepada saya, kapan kamu menikah, ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab (hanya untuk saat sekarang) karena bukan itu kebahagiaan yang saya cari. Justru yang ingin saya dengar adalah apakah pasangan saya sudah siap lahir dan batin untuk menikah.
Siap atau tidak siap ternyata jawaban yang sangat sulit. Saudara saya berkata “mau tidak mau kamu harus siap” karena di balik pernyataan “mau” banyak hal yang dikorbankan.
“Apakah kamu pintar masak?”, tanya Pin kepadaku. Sejenak ku terdiam dan sambil tersenyum sipu aku menjawabnya, ”aku bisa memasak tetapi tidak begitu pintar layaknya chef terkenal”.
“Apakah kamu suka jajan/makan di restoran (atau makan jajanan menu di luar rumah)?”,tanyanya lagi, dengan cepat aku menjawab “kadang-kadang”. Dalam pikiranku sepertinya dia hendak mengetestku dengan pertanyaan simple tapi mengandung makna dibalik itu semuanya.
Apapun yang ingin diketahui akan kujawab sebisaku untuk jujur kepadanya bahwa seperti inilah diriku.
Aku langsung beranjak dari tempat dudukku menuju pantri dan mengambil segelas air karena seketika terasa kering tenggorokan ini. Apa yang ingin banyak diketahuinya. Tuhan tolong aku karena aku tak mau kehilangan dirinya bila ada kekurangan pada diriku yang membuatnya akan jauh dariku.
Aku kembali lagi ke ruang depan dan baru saja duduk, tiba-tiba katanya, “kamu kelihatan gugup sekali, ada apa?”
Aku tak bisa berkata apa-apa, memang benar aku tampak gugup dan aku tak bisa membohongi diriku kalau aku sangat gugup saat ini. “Bisakah aku meminta segelas air putih? Aku haus sekali, pintanya padaku.
Oh, dengan senang hati sekali aku mengambil segelas air untuknya dan sekarang giliranku untuk bertanya kepadanya, kamu benar-benar haus atau gugup? Jawabnya: aku haus aku tidak kelihatan gugup.
“Sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui dariku dan mengapa?”, tanyaku
Ia menjawab : “aku hanya ingin menjalin hubungan serius denganmu dan aku ingin tahu banyak tentangmu”.
Aku berkata padanya, tak usah bertanya lagi biar aku saja yang menjelaskannya.
ASI is my name. Jika kamu benar-benar ingin serius denganku cintai aku apa adanya, tak usah banyak tanya lagi karena dengan berjalannya waktu kamu juga akan tahu tentang diriku, sudah 3 tahun kita menjalani hubungan dan baru saat ini kamu menyatakan keseriusan hubungan ini artinya kamu sudah seharusnya tahu tentang sifatku. Apa yang ingin kamu ketahui? Masa laluku atau masa depan kita? Sebenarnya pertanyaan yang cocok buatmu adalah apakah kamu sudah siap untuk serius? Karena tentunya dibalik keseriusan ini yang kita cari adalah kebahagiaan. Dan tidak ada kebahagiaan diperoleh secara gratisan, semuanya penuh pengorbanan dalam proses kehidupan yang kita jalani. Sekali lagi, apa kamu sudah siap?
Sampai ke ujung pelosok dan dunia sekalipun kita tak akan mendapatkan kebahagiaan sejati bila tak ada pengorbanan sedikitpun yang kita berikan kepada diri kita.
Seorang teman menanyakan kepada saya, kapan kamu menikah, ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab (hanya untuk saat sekarang) karena bukan itu kebahagiaan yang saya cari. Justru yang ingin saya dengar adalah apakah pasangan saya sudah siap lahir dan batin untuk menikah.
Siap atau tidak siap ternyata jawaban yang sangat sulit. Saudara saya berkata “mau tidak mau kamu harus siap” karena di balik pernyataan “mau” banyak hal yang dikorbankan.
“Apakah kamu pintar masak?”, tanya Pin kepadaku. Sejenak ku terdiam dan sambil tersenyum sipu aku menjawabnya, ”aku bisa memasak tetapi tidak begitu pintar layaknya chef terkenal”.
“Apakah kamu suka jajan/makan di restoran (atau makan jajanan menu di luar rumah)?”,tanyanya lagi, dengan cepat aku menjawab “kadang-kadang”. Dalam pikiranku sepertinya dia hendak mengetestku dengan pertanyaan simple tapi mengandung makna dibalik itu semuanya.
Apapun yang ingin diketahui akan kujawab sebisaku untuk jujur kepadanya bahwa seperti inilah diriku.
Aku langsung beranjak dari tempat dudukku menuju pantri dan mengambil segelas air karena seketika terasa kering tenggorokan ini. Apa yang ingin banyak diketahuinya. Tuhan tolong aku karena aku tak mau kehilangan dirinya bila ada kekurangan pada diriku yang membuatnya akan jauh dariku.
Aku kembali lagi ke ruang depan dan baru saja duduk, tiba-tiba katanya, “kamu kelihatan gugup sekali, ada apa?”
Aku tak bisa berkata apa-apa, memang benar aku tampak gugup dan aku tak bisa membohongi diriku kalau aku sangat gugup saat ini. “Bisakah aku meminta segelas air putih? Aku haus sekali, pintanya padaku.
Oh, dengan senang hati sekali aku mengambil segelas air untuknya dan sekarang giliranku untuk bertanya kepadanya, kamu benar-benar haus atau gugup? Jawabnya: aku haus aku tidak kelihatan gugup.
“Sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui dariku dan mengapa?”, tanyaku
Ia menjawab : “aku hanya ingin menjalin hubungan serius denganmu dan aku ingin tahu banyak tentangmu”.
Aku berkata padanya, tak usah bertanya lagi biar aku saja yang menjelaskannya.
ASI is my name. Jika kamu benar-benar ingin serius denganku cintai aku apa adanya, tak usah banyak tanya lagi karena dengan berjalannya waktu kamu juga akan tahu tentang diriku, sudah 3 tahun kita menjalani hubungan dan baru saat ini kamu menyatakan keseriusan hubungan ini artinya kamu sudah seharusnya tahu tentang sifatku. Apa yang ingin kamu ketahui? Masa laluku atau masa depan kita? Sebenarnya pertanyaan yang cocok buatmu adalah apakah kamu sudah siap untuk serius? Karena tentunya dibalik keseriusan ini yang kita cari adalah kebahagiaan. Dan tidak ada kebahagiaan diperoleh secara gratisan, semuanya penuh pengorbanan dalam proses kehidupan yang kita jalani. Sekali lagi, apa kamu sudah siap?
Rabu, April 06, 2011
Tanda Tak Mampu "KDL=Kasian Deh Loe"
Mereka kok masih ngomongin orang, ternyata mereka masih mengungkit masa lalu orang, mereka masih berpikiran negatif, mereka masih membahas kejelekan dan kelemahan seseorang di masa lalu. Itu artinya mereka masih belum beruntung, mereka masih primitif, mereka belum sukses, mereka iri hati tanda tak mampu dan hanya satu kata buat mereka “KASIAN”.
Kalau bergaul dengan orang yang positif thinking, rendah hati, tidak mengungkit kejelekan masa lalu seseorang, friendly dan suka mengalah... ini dia , mereka masuk dalam kategori orang sukses yang baik. Karena tidak melihat masa lalu tetapi melihat masa depan.
Dari dulu sampai sekarang coba kita berkaca pada diri kita sendiri, siklus hidup kita masuk dalam grafik yang mana?
Coba lihatlah, kamu masuk dalam grafik I, II atau III? I=Meningkat, II=stagnant atau kamu baru sadar bahwa sikapmu, karirmu dan pengetahuanmu sama dengan III=tidak berubah positif setiap tahunnya malahan menurun? Silahkan menjawab dalam hati kecilmu dan introspeksi diri.
Kalau bergaul dengan orang yang positif thinking, rendah hati, tidak mengungkit kejelekan masa lalu seseorang, friendly dan suka mengalah... ini dia , mereka masuk dalam kategori orang sukses yang baik. Karena tidak melihat masa lalu tetapi melihat masa depan.
Dari dulu sampai sekarang coba kita berkaca pada diri kita sendiri, siklus hidup kita masuk dalam grafik yang mana?
Coba lihatlah, kamu masuk dalam grafik I, II atau III? I=Meningkat, II=stagnant atau kamu baru sadar bahwa sikapmu, karirmu dan pengetahuanmu sama dengan III=tidak berubah positif setiap tahunnya malahan menurun? Silahkan menjawab dalam hati kecilmu dan introspeksi diri.
Langganan:
Postingan (Atom)
