EDAN....EDAN DUNIA SEMAKIN EDAN. SEKARANG MANUSIA SUDAH TIDAK BERAKAL BUDI LAGI. YANG ADA HANYALAH AKAL SAJA. BERARTI MANUSIA=HEWAN.
DALAM HAL INI KAWIN SANA KAWIN SINI TANPA ADA IKATAN. BORO-BORO YANG ADA IKATAN, YANG STATUS HUBUNGANNYA SUDAH JELAS PUN KAWIN SANA KAWIN SINI. SEBENARNYA SIAPA YANG MERASA PALING BENAR? ENTAHLAH, SETIAP ORANG MERASA DIRINYA PALING BENAR, PALING SUCI.
ADA YANG BERKOMENTAR MASA MAKAN TEMPE TERUS, GANTI DONG LAUKNYA. ITU DIIBARATKAN DENGAN BOSAN SATU ISTRI/SUAMI SAJA..OALAH.....
ADA JUGA YANG MERASA INGIN MENCOBA SUASANA BARU YANG PENTING PINTAR² SAJA MENGATUR WAKTU SERTA BARANG BUKTI JANGAN SAMPAI KETAHUAN OLEH PASANGAN.
ARTINYA KEHIDUPAN PERNIKAHAN DIANGGAP SEBAGAI SUATU PROSES MUTASI. ADA YANG SAKING KEBANYAKAN DUIT YA SUDAH DARI PADA MENYUMBANG KE PANTI ASUHAN MENDING KE TEMPAT LOKALISASI, BAGI² DUIT TETAPI BISA NIKMATIN JUGA.
ADA YANG MENDUKUNG POLIGAMI DAN POLIYANDRI DENGAN ARGUMEN MEREKA MASING².
ATURAN KITAB SUCI TAK DIANGGAP LAGI OLEH MEREKA YANG TIDAK MENTAATI.
MAU DIBAWA KEMANA DUNIA INI??? HELOWW MASBULOH.......
SEMOGA TUHAN SELALU KUAT DAN MENANG DARI KUASA SETAN² DALAM WUJUD MANUSIA DI DUNIA INI. AMIN.
Jumat, Agustus 08, 2014
Hari Demi Hari draft edisi silam 2009 sobat setia siapakah engkau
Hari demi hari telah ku lewati. ada pertemuan dan ada perpisahan, ada kebahagiaan dan ada air mata. Ada kenangan dan ada perubahan. Memaknai hidup ini sebenarnya tidak sulit seperti yang aku bayangkan hanya saja, kadang bertemu dengan orang yang beda pemikiran sama kita, yang membuat kita terus berpikir dan memaknai arti hidup yang sebenarnya.
Dear Diary,
Tak peduli saya harus memulai dari mana untuk mengawali satu kata yang tentunya bisa akan menjadi kalimat-kalimat, dan banyak alinea yang akan tertuang dalam tulisan ini.
Kau tahu apa yang telah terjadi pada kita selama ini? Jangan berpura-pura tidak tahu. Otakmu begitu pintar untuk mengelabui tetapi matamu tak bisa berbohong. Sesungguhnya kau ingin memilikiku tetapi mengapa kau terperangkap dengan ketidakjelasanmu karena dalam otakmu, kau pikir hanya kau yang terhebat. Kau tetap sama dengan yang lain, kau tetap biasa seperti layaknya orang biasa. Bisa ku katakan, kau tak punya nurani. Mau sampai kapan? Bukan kau saja yang punya masalah, masalah dengan hatimu, dengan perasaanmu dan dengan kehidupanmu. Kapan kau bisa memaknai semua itu.
Kau tak lebih dari seorang pecundang.......bangsat......penipu....brengsek......mati saja kau........sampah lebih berharga daripada kau... biadab,...............................
Kau juga punya air mata kan, aku bisa merasakannya kalau, di waktu kesendirianmu kau memikirkanku karena kita sudah menyatu secara fisik dan mental. Mengapa kau tak pernah ungkapkan itu dari bibir dan hatimu yang tulus? Oh hati ku sudah mati, tak dapat merasakan kerinduan yang dalam pada orang lain hanya kau yang selalu terpikirkan dalam waktu-waktu senggangku.........ingin rasanya terus beraktifitas agar tidak memikirkan wajahmu yang rupawan itu, tapi tak bisa.
Akankah kau mengerti itu. TIDAK. Kau tak pernah mengerti itu apalagi tuk memahaminya&memaknainya.
Dear diary, dia tak sedikitpun mempedulikanku, namun dalam doaku ku berharap agar dia kembali ke jalan-MU.
=======================================================================
Menjadi Announcer, apalagi membawakan program tentang cinta dan kehidupan di malam hari, sangatlah menarik buatku, apalagi kalau lagi mengulas tema-tema menarik yang banyak pendengar mengalami itu dan mereka juga dengan semangat yang menggebu-gebu untuk berpartisipasi via sms, dan email untuk mengomentari topik hangat di malam hari.Hm....bisa menjadi inspirasi dan banyak belajar, kalau mengalami suatu dilema atau butuh solusi dari orang lain, banyak sekali pendapat yang berbeda-beda. Tetapi sejauh mana kita bisa menelaah setiap pendapat baik yang negatif maupun positif.
Oh ya, Diary di atas, termasuk salah satu kiriman dari salah satu fans yang identitas emailnya tidak jelas. Tetapi, di akhir tulisannya, ia sempat mengatakan kalau ia termasuk pendengar setiaku, kalau aku lagi siaran :D.
Entah mengapa ia mengirimkan tulisan itu, namun jawabannya bukan untuk di ON AIR kan namun hanya ingin berbagi saja sama Tere, kalau itulah dilema cinta yang ia hadapi. Dan ia sangat puas kalau sudah bercerita meskipun via email.
Hey, saya jadi penasaran sebenarnya siapakah orang yang ada di seberang sana, yang sudah mengirimkan email.
Hanya merasa kagum pada diri ini kalau suara kita, dan keberadaan kita membuat orang merasa aman dan mau berbagi.
Tujuh tahun saya di Jakarta, banyak hal yang bisa saya pelajari dan pastinya memaknai arti hidup ini, melalangbuana dengan berbagai aktifitas yang berbeda tak peduli apa kata orang, tak peduli apa kata keluarga, karena pemikiran mereka berbeda dengan saya, saya suka akan tantangan.
Saya orang biasa, namun bisa bersama mereka yang luar biasa bahkan yang luar binasa. Banyak mata memandangku dengan sinis, tetapi untuk bisa memaknai hidup ini tak perlu sinis di balas dengan sinis. Santaiiiiiiiiiiiiiiii.........Mungkin ini kelebihanku. Dari situ aku banyak menyikapi hidup bahwa tak selamanya INDAH.
Orang akan belajar dengan membaca, melihat, mendengar, dan orang akan belajar lebih dalam bila ia yang menjalaninya dan merasakannya. Aku sudah melewati itu.......Sehingga bisa memaknai hidup secara luas.
Dan menjadi Announcer bukan asal cuap-cuap, kalau cuap-cuap anak SD juga bisa. Benar sekali, begitu pentingnya pengalaman, dan kitapun harus mengelola pengalaman-pengalaman yang kita miliki secara benar dan cermat. kata orang bijak ' Pengalaman adalah Guru Terbaik' . Sudah berapa banyak pengalaman yang kita peroleh? Semakin panjang umur kita, semakin banyak aktifitas kita, dengan siapa saja kita bergaul tanpa membeda-bedakan status, akan semakin banyak pengalaman yang kita miliki. Semakin aktif kita, semakin banyak pula kemungkinan pengalaman yang akan kita peroleh.
Saya bukan konselor, saya bukan psikolog, saya bukan suster cinta, dan saya tidak punya obat untuk masalah cinta. Tetapi itulah kebahagiaan yang saya rasakan sebagai announcer. Punya kesan yang berbeda yang bisa saya maknai.
Hari demi hari , saya terus bertanya kira-kira siapa kah orang yang mengirimkan email itu, apakah dia lelaki atau wanita, dan apakah dia baik-baik saja?
Saya tidak tahu.
Saya cuma bisa mengatakan saya bisa merasakan arti emailmu dan memaknai arti hidup ini. Terima Kasih Untuk kepercayaan menjadi teman curhat meskipun hanya via email tanpa identitas. Dan terima Kasih sudah mendukungku selalu, Fans-ku.
Dear Diary,
Tak peduli saya harus memulai dari mana untuk mengawali satu kata yang tentunya bisa akan menjadi kalimat-kalimat, dan banyak alinea yang akan tertuang dalam tulisan ini.
Kau tahu apa yang telah terjadi pada kita selama ini? Jangan berpura-pura tidak tahu. Otakmu begitu pintar untuk mengelabui tetapi matamu tak bisa berbohong. Sesungguhnya kau ingin memilikiku tetapi mengapa kau terperangkap dengan ketidakjelasanmu karena dalam otakmu, kau pikir hanya kau yang terhebat. Kau tetap sama dengan yang lain, kau tetap biasa seperti layaknya orang biasa. Bisa ku katakan, kau tak punya nurani. Mau sampai kapan? Bukan kau saja yang punya masalah, masalah dengan hatimu, dengan perasaanmu dan dengan kehidupanmu. Kapan kau bisa memaknai semua itu.
Kau tak lebih dari seorang pecundang.......bangsat......penipu....brengsek......mati saja kau........sampah lebih berharga daripada kau... biadab,...............................
Kau juga punya air mata kan, aku bisa merasakannya kalau, di waktu kesendirianmu kau memikirkanku karena kita sudah menyatu secara fisik dan mental. Mengapa kau tak pernah ungkapkan itu dari bibir dan hatimu yang tulus? Oh hati ku sudah mati, tak dapat merasakan kerinduan yang dalam pada orang lain hanya kau yang selalu terpikirkan dalam waktu-waktu senggangku.........ingin rasanya terus beraktifitas agar tidak memikirkan wajahmu yang rupawan itu, tapi tak bisa.
Akankah kau mengerti itu. TIDAK. Kau tak pernah mengerti itu apalagi tuk memahaminya&memaknainya.
Dear diary, dia tak sedikitpun mempedulikanku, namun dalam doaku ku berharap agar dia kembali ke jalan-MU.
=======================================================================
Menjadi Announcer, apalagi membawakan program tentang cinta dan kehidupan di malam hari, sangatlah menarik buatku, apalagi kalau lagi mengulas tema-tema menarik yang banyak pendengar mengalami itu dan mereka juga dengan semangat yang menggebu-gebu untuk berpartisipasi via sms, dan email untuk mengomentari topik hangat di malam hari.Hm....bisa menjadi inspirasi dan banyak belajar, kalau mengalami suatu dilema atau butuh solusi dari orang lain, banyak sekali pendapat yang berbeda-beda. Tetapi sejauh mana kita bisa menelaah setiap pendapat baik yang negatif maupun positif.
Oh ya, Diary di atas, termasuk salah satu kiriman dari salah satu fans yang identitas emailnya tidak jelas. Tetapi, di akhir tulisannya, ia sempat mengatakan kalau ia termasuk pendengar setiaku, kalau aku lagi siaran :D.
Entah mengapa ia mengirimkan tulisan itu, namun jawabannya bukan untuk di ON AIR kan namun hanya ingin berbagi saja sama Tere, kalau itulah dilema cinta yang ia hadapi. Dan ia sangat puas kalau sudah bercerita meskipun via email.
Hey, saya jadi penasaran sebenarnya siapakah orang yang ada di seberang sana, yang sudah mengirimkan email.
Hanya merasa kagum pada diri ini kalau suara kita, dan keberadaan kita membuat orang merasa aman dan mau berbagi.
Tujuh tahun saya di Jakarta, banyak hal yang bisa saya pelajari dan pastinya memaknai arti hidup ini, melalangbuana dengan berbagai aktifitas yang berbeda tak peduli apa kata orang, tak peduli apa kata keluarga, karena pemikiran mereka berbeda dengan saya, saya suka akan tantangan.
Saya orang biasa, namun bisa bersama mereka yang luar biasa bahkan yang luar binasa. Banyak mata memandangku dengan sinis, tetapi untuk bisa memaknai hidup ini tak perlu sinis di balas dengan sinis. Santaiiiiiiiiiiiiiiii.........Mungkin ini kelebihanku. Dari situ aku banyak menyikapi hidup bahwa tak selamanya INDAH.
Orang akan belajar dengan membaca, melihat, mendengar, dan orang akan belajar lebih dalam bila ia yang menjalaninya dan merasakannya. Aku sudah melewati itu.......Sehingga bisa memaknai hidup secara luas.
Dan menjadi Announcer bukan asal cuap-cuap, kalau cuap-cuap anak SD juga bisa. Benar sekali, begitu pentingnya pengalaman, dan kitapun harus mengelola pengalaman-pengalaman yang kita miliki secara benar dan cermat. kata orang bijak ' Pengalaman adalah Guru Terbaik' . Sudah berapa banyak pengalaman yang kita peroleh? Semakin panjang umur kita, semakin banyak aktifitas kita, dengan siapa saja kita bergaul tanpa membeda-bedakan status, akan semakin banyak pengalaman yang kita miliki. Semakin aktif kita, semakin banyak pula kemungkinan pengalaman yang akan kita peroleh.
Saya bukan konselor, saya bukan psikolog, saya bukan suster cinta, dan saya tidak punya obat untuk masalah cinta. Tetapi itulah kebahagiaan yang saya rasakan sebagai announcer. Punya kesan yang berbeda yang bisa saya maknai.
Hari demi hari , saya terus bertanya kira-kira siapa kah orang yang mengirimkan email itu, apakah dia lelaki atau wanita, dan apakah dia baik-baik saja?
Saya tidak tahu.
Saya cuma bisa mengatakan saya bisa merasakan arti emailmu dan memaknai arti hidup ini. Terima Kasih Untuk kepercayaan menjadi teman curhat meskipun hanya via email tanpa identitas. Dan terima Kasih sudah mendukungku selalu, Fans-ku.
Kamis, Agustus 07, 2014
Refleksi hati di bulan Agustus
Tak terasa sudah bulan Agustus 2014, wow 4 bulan lagi sudah akhir tahun dan 2015 sudah di depan mata. Coba tengok 3 tahun yang lalu bagaimana nasib kita dulu, apakah semakmur sekarang atau stagnansi? Hmmm bukannya mau mengingat-ingat masa lalu namun sekedar merenungi segala aktifitas, jerih payah, kerja keras atau kemalasan yang kita dapat beberapa tahun terakhir.
Ada banyak cerita yang terjadi dalam diri kita maupun di sekeliling kita, sebagai bahan acuan, sebagai kaca pada setiap langkah hidup kita, kaca untuk mengaca diri kita, fisik kita, maupun perilaku kita, juga kaca spion untuk mengaca orang-orang di sekitar kita entah itu sifat, kebaikan maupun keburukan mereka, semuanya terekam dalam memori kita sendiri.
Bagi mereka yang berada pada titik keberuntungan, kesuksesan pastinya mereka punya cerita sendiri yang sudah terekam dalam setiap perjalanan mereka begitu pula saya, Anda dan kita.
Ada yang bersyukur, ada yang senang, ada yang sedih, ada yang masih melarat di jaman yang katanya' sudah Modern ini, bahkan ada yang selalu terus mengeluh dalam setiap perjalanan hidupnya. Pastinya cerita itu semua kita dengar dari banyak mulut yang selalu datang silih berganti baik melalui cerita, curahan hati, promosi via media sosial atau melalu layar kaca Alias media televisi, yang sekarang terang-terangan mempublikasikan kebohongan, kecurangan, manipulasi, gaya hidup glamor, penipuan, pembunuhan secara keji, pencemaran nam baik, pembunuhan karakter, perselingkuhan bahkan hal-hal yang buruk, hal negatif pun menjadi tidak terfertilisasi demi kepuasan, demi nilai jual dan demi keuntungan belaka, sehingga norma-norma agama, yang seharusnya dijunjung dan diamalkan pun terlewati begitu saja tanpa peduli nasib generasi-generasi berikutnya, bagaimana mental dan gaya berpikir mereka kelak.
Ya waktu begitu cepat berlalu. Tahun ini sungguh sangat berubah drastis dibandingkan dengan 3 tahun yang lalu.
Kemajuan teknologi semakin berkembang pesat, penuh dengan persaingan. Namun tidak semua orang bisa menggunakan dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang positif.
Bahkan secara fakta tampak orang-orang hebat, yang diakui sebagai orang terhormat, cerdas, beriman dan pintar pun melakukan banyak hal-hal di luar norma dan ajaran agama.
Apakah tanda-tanda kiamat seperti inikah? Bahwa manusia lain dapat menguasai atau memakan sesama manusianya, dengan caranya yang kelihatan, maupun tak kelihatan.
Ditemukan pula manusia-manusia yang sudah tidak mempunyai hati nurani, yang meskipun sudah nampak kebobrokan perilaku mereka pun masih tampak berkuasa dan merasa baik-baik saja.
Keadaan jaman sekarang lebih berorientasi pada uang dan duniawi semata. Banyak orang yang membawa nama Tuhan dan agama demi keuntungan semata, banyak orang berdoa di depan umum, aktif dalam kegiatan kerohanian namun itu semua hanya demi dilihat orang, demi prestige, demi nama baik, demi kesibukan agar dipuja dan dipuji. Hm meskipun ada sebagian yang benar-benar Tulus melayani dalam rumah Tuhan, itupun bisa kelihatan secara kasat mata.
Apa yang kita cari dalam hidup ini adalah kedamaian jiwa kelak. Banyak orang ketakutan apabila ia tidak mempunyai uang di muka bumi ini, padahal Tuhan memberikan akal Budi pada setiap manusia untuk selalu berputar otak dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Banyak orang masih hanya memikirkan hidupnya di dunia ini untuk saat ini, padahal hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat, di muka bumi hanyalah TRaNSiT.
Ketika kita bertemu dengan mereka yang nasibnya kurang beruntung mereka akan seolah-olah menyalahkan dirinya sendiri mengapa nasib mereka seperti itu, padahal nasib dan takdir setiap manusia bisa dirubah.
Ketika kita bertemu dengan orang yang menurut versi kita mereka nasibnya lebih beruntung daripada kita, namun sesungguhnya tak ada manusia yang lebih sempurna dalam kehidupan nyata, yang sempurna hanyalah tampak dari luar saja, namun ketidaksempurnaan akan nyata apabila kita melihat kehidupan mereka secara langsung ada luka borok, ada manipulasi hidup yang terselubung karena tidak semua manusia di dunia ini selalu terbuka dan mempromosikan hidupnya.
Jadi jangan pernah kita merasa atau menebak-nembak akan rezeki atau keberuntungan hidup manusia lain karena sesungguhnya Tuhan telah menyediakan rezeki yang sama dan adil bagi setiap manusia di muka bumi ini, tergantung manusia itu meningkatkan rezekinya secara halal atau tidak , memberdayakan hasil keringatnya secara benar atau salah. Karena segala yang terjadi di muka bumi ini baik yang terlihat maupun yang tak kelihatan akan kita pertanggungjawabkan SENDIRI bila saatnya tiba. Renungan dalam keheningan. Terima Kasih Tuhan Yesus semoga renungan ini menjadi berkah buat semua orang. Hanya Iman dan Kepercayaan Yang Teguh yang mampu memahami dan menaklukkan kejamnya dunia yang fana ini.
Ada banyak cerita yang terjadi dalam diri kita maupun di sekeliling kita, sebagai bahan acuan, sebagai kaca pada setiap langkah hidup kita, kaca untuk mengaca diri kita, fisik kita, maupun perilaku kita, juga kaca spion untuk mengaca orang-orang di sekitar kita entah itu sifat, kebaikan maupun keburukan mereka, semuanya terekam dalam memori kita sendiri.
Bagi mereka yang berada pada titik keberuntungan, kesuksesan pastinya mereka punya cerita sendiri yang sudah terekam dalam setiap perjalanan mereka begitu pula saya, Anda dan kita.
Ada yang bersyukur, ada yang senang, ada yang sedih, ada yang masih melarat di jaman yang katanya' sudah Modern ini, bahkan ada yang selalu terus mengeluh dalam setiap perjalanan hidupnya. Pastinya cerita itu semua kita dengar dari banyak mulut yang selalu datang silih berganti baik melalui cerita, curahan hati, promosi via media sosial atau melalu layar kaca Alias media televisi, yang sekarang terang-terangan mempublikasikan kebohongan, kecurangan, manipulasi, gaya hidup glamor, penipuan, pembunuhan secara keji, pencemaran nam baik, pembunuhan karakter, perselingkuhan bahkan hal-hal yang buruk, hal negatif pun menjadi tidak terfertilisasi demi kepuasan, demi nilai jual dan demi keuntungan belaka, sehingga norma-norma agama, yang seharusnya dijunjung dan diamalkan pun terlewati begitu saja tanpa peduli nasib generasi-generasi berikutnya, bagaimana mental dan gaya berpikir mereka kelak.
Ya waktu begitu cepat berlalu. Tahun ini sungguh sangat berubah drastis dibandingkan dengan 3 tahun yang lalu.
Kemajuan teknologi semakin berkembang pesat, penuh dengan persaingan. Namun tidak semua orang bisa menggunakan dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang positif.
Bahkan secara fakta tampak orang-orang hebat, yang diakui sebagai orang terhormat, cerdas, beriman dan pintar pun melakukan banyak hal-hal di luar norma dan ajaran agama.
Apakah tanda-tanda kiamat seperti inikah? Bahwa manusia lain dapat menguasai atau memakan sesama manusianya, dengan caranya yang kelihatan, maupun tak kelihatan.
Ditemukan pula manusia-manusia yang sudah tidak mempunyai hati nurani, yang meskipun sudah nampak kebobrokan perilaku mereka pun masih tampak berkuasa dan merasa baik-baik saja.
Keadaan jaman sekarang lebih berorientasi pada uang dan duniawi semata. Banyak orang yang membawa nama Tuhan dan agama demi keuntungan semata, banyak orang berdoa di depan umum, aktif dalam kegiatan kerohanian namun itu semua hanya demi dilihat orang, demi prestige, demi nama baik, demi kesibukan agar dipuja dan dipuji. Hm meskipun ada sebagian yang benar-benar Tulus melayani dalam rumah Tuhan, itupun bisa kelihatan secara kasat mata.
Apa yang kita cari dalam hidup ini adalah kedamaian jiwa kelak. Banyak orang ketakutan apabila ia tidak mempunyai uang di muka bumi ini, padahal Tuhan memberikan akal Budi pada setiap manusia untuk selalu berputar otak dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Banyak orang masih hanya memikirkan hidupnya di dunia ini untuk saat ini, padahal hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat, di muka bumi hanyalah TRaNSiT.
Ketika kita bertemu dengan mereka yang nasibnya kurang beruntung mereka akan seolah-olah menyalahkan dirinya sendiri mengapa nasib mereka seperti itu, padahal nasib dan takdir setiap manusia bisa dirubah.
Ketika kita bertemu dengan orang yang menurut versi kita mereka nasibnya lebih beruntung daripada kita, namun sesungguhnya tak ada manusia yang lebih sempurna dalam kehidupan nyata, yang sempurna hanyalah tampak dari luar saja, namun ketidaksempurnaan akan nyata apabila kita melihat kehidupan mereka secara langsung ada luka borok, ada manipulasi hidup yang terselubung karena tidak semua manusia di dunia ini selalu terbuka dan mempromosikan hidupnya.
Jadi jangan pernah kita merasa atau menebak-nembak akan rezeki atau keberuntungan hidup manusia lain karena sesungguhnya Tuhan telah menyediakan rezeki yang sama dan adil bagi setiap manusia di muka bumi ini, tergantung manusia itu meningkatkan rezekinya secara halal atau tidak , memberdayakan hasil keringatnya secara benar atau salah. Karena segala yang terjadi di muka bumi ini baik yang terlihat maupun yang tak kelihatan akan kita pertanggungjawabkan SENDIRI bila saatnya tiba. Renungan dalam keheningan. Terima Kasih Tuhan Yesus semoga renungan ini menjadi berkah buat semua orang. Hanya Iman dan Kepercayaan Yang Teguh yang mampu memahami dan menaklukkan kejamnya dunia yang fana ini.
Langganan:
Postingan (Atom)