KEBOHONGAN YANG TERJADI DISEKELILINGMU KADANG HARUS KAMU MAKLUMI AGAR KAMU BISA BERTAHAN HIDUP. PADAHAL KAMU MELIHAT, MENGETAHUI DAN MENYADARI SIAPA DAN MENGAPA MEREKA BERBOHONG, HANYA KARENA KEPENTINGAN INDIVIDUAL, NAFSU DUNIAWI YANG TENTU BISA SIRNA DALAM SEKEJAP. DAN DENGAN PENUH PERCAYA DIRI JUGA MEREKA MENGATAKAN BAHWA MEREKA YANG TERBAIK. MEREKA HEBAT. MEREKA YANG PALING BAHAGIA.
BILA SAYA BERADA DI ATAS PESAWAT ATAU BERADA DI TENGAH LAUT BETAPA KECILNYA DIRI INI. DAN JIKA PESAWAT JATUH, HABISLAH NYAWA INI. DAN BILA KAPAL TENGGELAM DAN TAK ADA PERTOLONGAN HABISLAH RAGA INI.
KEBOHONGAN DAN KEMUNAFIKAN YANG KUTEMUI MENGAJARKAN BANYAK HAL KEPADAKU UNTUK HARUS MENERIMA DENGAN LAPANG DADA. KARENA PRINSIPKU BILA AKU MENERIMA MAKA AKU BERTAHAN HIDUP. BILA AKU MENYERANG BISA BERBAHAYA UNTUK DIRIKU SENDIRI. BUKAN KARENA TAKUT TETAPI KARENA AKU HARUS BERTAHAN HIDUP.
RASA KESAL DAN KECEWA, SEDIH DAN TAK BERDAYA, MELIHAT MEREKA TERSENYUM DAN TERTAWA DI ATAS PENDERITAAN ORANG LAIN. SEOLAH-OLAH MEREKA YANG EMPUNYA HIDUP INI.
RAGA INI TERPAKU DENGAN DUKA LARANYA SETIAP NAFAS HIDUP INI, AKU BUKAN WANITA TANGGUH, NAMUN AKU INGIN KUAT SEKUAT BAJA.
KUAT UNTUK MENGHADAPI SEMUA DRAMA HIDUP INI YANG DILAKONI OLEH BANYAK PEMAIN YANG SELALU BERGANTI PERAN SETIAP ADEGAN HIDUP.
Lirik Lagu : Nicky Astria - Panggung Sandiwara
Nicky Astria - Panggung Sandiwara
Dunia ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar ada peran berpura pura
Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara
Peran yang kocak bikin kita terbahak bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan
Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan
Mengapa kita bersandiwara
Selasa, November 22, 2011
Kamis, September 01, 2011
NILO MAUMERE
"HAPPY HOLIDAY"
Nilo tempat patung Bunda Maria yang sangat terkenal di Maumere Kabupaten Sikka. Dulunya gersang tetapi sekarang sudah lumayan terawat dan hijau. Kebenaran liburan kali ini menyempatkan diri untuk bertamasya. Sambil menyelam minum air bertamasya sambil berkunjung di tempat keluarga.
Dalam waktu sehari saya bisa berpindah dari satu kampung ke kampung yang lain. Yach jaman dahulu rasanya jauh sekali bila menelusuri kampung satu ke dusun yang lain tapi kali ini karena kendaraan sudah banyak yang beroperasi jadi tak ada yang tak mungkin. Dengan kendaraan roda dua, saya dan sepupu berkelana. Sudah lama tidak bertemu kerabat (saudara² bapa dan mama), bagaimana rupa mereka sekarang? Semoga mereka masih sehat-sehat. Dan mereka sehat walafiat. Thx God.
Tercapai program kunjungan kali ini berjalan mulus. Walau beberapa hari saja, refreshing kali ini di MoF-Maumere of Flores terasa menyenangkan.
Dan kalau ke MoF jangan lupa untuk mampir ke Nilo, di sana ada patung Bunda Maria yang berdiri di puncak Nilo menghadap ke kota Maumere, cantik sekali view dari atas sana, ada juga puncak Golgota, biasanya menjelang perayaan PASKAH khususnya prosesi Jalan salib tempat ini sangat religius sekali karena ada stasi-stasi yang harus dilewati selama prosesi berlangsung. Tempat ini berada di puncak kota Maumere bila anda penasaran segera kunjungi Nilo yang juga dijadikan tempat ziarah dan pariwisata yang elok.
By the way, sekarang sudah banyak biara-biara yang bermunculan di kota Maumere. Ada juga patung Kristus Raja yang bercat Emas meskipun sudah lumayan retak dibagian punggung patung, namun tetap indah tegak berdiri. Banyak orang yang datang berdoa dan mengambil gambar di tempat itu.
Kota Maumere banyak sekali patung-patung suci yang dipercaya bisa menjaga kota Maumere dan melindungi masyarakatnya, semoga tidak ada berita-berita miring tentang koruptor atau perbuatan yang tidak menyenangkan, yang bermunculan di media massa/koran lokal karena akan mengurangi nilai dan citra baik dari kota ELOK ini. Salam.
Rabu, Agustus 03, 2011
DIAM, CERDAS DAN KEJAM
BUKAN DIA YANG TERBAIK. DARI AWAL MEMANG BUKAN DIA TULANG RUSUKMU TETAPI DIA BENAR TULANG BUSUKMU.
SEJAK PERTAMA SUDAH KUKATAKAN PADAMU JANGAN DIA. KARENA DIA ADALAH SEORANG YANG “DIAM, CERDAS DAN KEJAM”
KAMU SAJA YANG TETAP KEKEH KALAU DIA BISA BERUBAH.
MANA BUKTINYA?
TOH DIA TAK BERUBAH KAN KARENA YANG BISA MEMBUATNYA BERUBAH BUKAN KAMU, ORANGTUANYA ATAU SAHABATNYA MELAINKAN DIRINYA SENDIRI.
NAH, KALAU NASI SUDAH MENJADI BASI. AKHIRNYA DIBUANG KAN?
SEPERTI KAMU SEKARANG YANG SUDAH DIBUANG?
DIA SUDAH MENGGANGGAP KAMU BASI YANG SUDAH TAK LAYAK DIKONSUMSI LAGI.
TERUS? APA KAMU HARUS SAKIT HATI? MENANGIS? CUKUP! JANGAN KELAMAAN KARENA YANG BASI ITU TETAP KADALUARSA DAN TAK BERFUNGSI LAGI.
BIARLAH DIA SEPERTI DIRINYA YANG SELALU BENAR ADANYA.
DIA PERBUAT SEPERTI APA YANG DIA SUKA DAN DIA SUKA DENGAN APA YANG DIA LAKUKAN. KAMU HANYALAH KORBAN DAN PENONTON BAGI KESENANGAN DIRINYA SENDIRI.
CUKUP! SUDAH CUKUP! RELAKAN!
TINGGAL MENUNGGU SAJA KAPAN “MALANG” AKAN MENGHAMPIRINYA?
Ketika semuanya berada pada titik kejenuhan apa yang akan kau lakukan Sobat
Ampun..ampunkan aku bila aku harus berkata aku jenuh pada mu, bukan karena aku tak bersyukur tp krn aku tak bisa menahan perih perasaan ini dan aku harus menahan agar jangan terlihat setes air mata ini jatuh dan dilihat oleh sekitarmu.
Aku malu, tetapi ku tak mau mereka tahu bila aku malu tuk mengatakan yang sesungguhnya bila aku JENUH.
AKU SUDAH TAHU KALAU HIDUP INI BERWARNA
AKU SUDAH MELIHAT DRAMA KEHIDUPAN INI
AKU JUGA SUDAH MENGALAMI KISAH HIDUP INI
RASANYA MANIS, PAHIT, ASAM, ASIN, GURIH, NIKMAT, PANAS, DINGIN DAN BERANEKARAGAM.
DAN TELAH KUPAHAMI.
YAH, PALING TIDAK DENGAN SUDAH MEMAHAMINYA AKU SUDAH BISA MENGERTI HIDUP INI
DAN MENDORONGKU UNTUK TERUS MELAKUKAN HAL-HAL YANG BAIK.
UNGKAPKAN SEGALA RASA
Aku marah disaat aku memulai pertanyaan dan jawabanmu adalah terserah. Pertemuan yang singkat denganmu membuatku selalu bertanya-tanya dalam hati apa yang ada dalam otak kecilmu itu. Tak pernah kau menjelaskan secara detail apa yang terjadi. Penuh dengan kamuflase. Kau terkenal dengan tipu muslihat, kau yang paling hebat, kau yang monopoli dalam tindakan dan kau yang tak punya rasa. Kau yang paling benar.
Hari demi hari telah ku lewati. ada pertemuan dan ada perpisahan, ada kebahagiaan dan ada air mata. Ada kenangan dan ada perubahan. Memaknai hidup ini sebenarnya tidak sulit seperti yang aku bayangkan hanya saja, kadang bertemu dengan orang yang beda pemikiran sama kita, yang membuat kita terus berpikir dan memaknai arti hidup yang sebenarnya.
APA YANG TERJADI???
Dear Diary,
Tak peduli saya harus memulai dari mana untuk mengawali satu kata yang tentunya bisa akan menjadi kalimat-kalimat, dan banyak alinea yang akan tertuang dalam tulisan ini.
Kau tahu apa yang telah terjadi pada kita selama ini? Jangan berpura-pura tidak tahu. Otakmu begitu pintar untuk mengelabui tetapi matamu tak bisa berbohong. Sesungguhnya kau ingin memilikiku tetapi mengapa kau terperangkap dengan ketidakjelasanmu karena dalam otakmu, kau pikir hanya kau yang terhebat. Kau tetap sama dengan yang lain, kau tetap biasa seperti layaknya orang biasa. Bisa ku katakan, kau tak punya nurani. Mau sampai kapan? Bukan kau saja yang punya masalah, masalah dengan hatimu, dengan perasaanmu dan dengan kehidupanmu. Kapan kau bisa memaknai semua itu.
Kau tak lebih dari seorang pecundang.......bangsat......penipu....brengsek......mati saja kau........sampah lebih berharga daripada kau... biadab,...............................
Kau juga punya air mata kan, aku bisa merasakannya kalau, di waktu kesendirianmu kau memikirkanku karena kita sudah menyatu secara fisik dan mental. Mengapa kau tak pernah ungkapkan itu dari bibir dan hatimu yang tulus? Oh hati ku sudah mati, tak dapat merasakan kerinduan yang dalam pada orang lain hanya kau yang selalu terpikirkan dalam waktu-waktu senggangku.........ingin rasanya terus beraktifitas agar tidak memikirkan wajahmu yang rupawan itu, tapi tak bisa.
Akankah kau mengerti itu. TIDAK. Kau tak pernah mengerti itu apalagi tuk memahaminya&memaknainya.
Dear diary, dia tak sedikitpun mempedulikanku, namun dalam doaku ku berharap agar dia kembali ke jalan-MU.
=======================================================================
Menjadi Announcer, apalagi membawakan program tentang cinta dan kehidupan di malam hari, sangatlah menarik buatku, apalagi kalau lagi mengulas tema-tema menarik yang banyak pendengar mengalami itu dan mereka juga dengan semangat yang menggebu-gebu untuk berpartisipasi via sms, dan email untuk mengomentari topik hangat di malam hari.Hm....bisa menjadi inspirasi dan banyak belajar, kalau mengalami suatu dilema atau butuh solusi dari orang lain, banyak sekali pendapat yang berbeda-beda. Tetapi sejauh mana kita bisa menelaah setiap pendapat baik yang negatif maupun positif.
Oh ya, Diary di atas, termasuk salah satu kiriman dari salah satu fans yang identitas emailnya tidak jelas. Tetapi, di akhir tulisannya, ia sempat mengatakan kalau ia termasuk pendengar setiaku, kalau aku lagi siaran :D.
Entah mengapa ia mengirimkan tulisan itu, namun jawabannya bukan untuk di ON AIR kan namun hanya ingin berbagi saja sama Tere, kalau itulah dilema cinta yang ia hadapi. Dan ia sangat puas kalau sudah bercerita meskipun via email.
Hey, saya jadi penasaran sebenarnya siapakah orang yang ada di seberang sana, yang sudah mengirimkan email.
Hanya merasa kagum pada diri ini kalau suara kita, dan keberadaan kita membuat orang merasa aman dan mau berbagi.
Banyak hal yang bisa saya pelajari dan pastinya memaknai arti hidup ini, melalangbuana dengan berbagai aktifitas yang berbeda tak peduli apa kata orang, tak peduli apa kata keluarga, karena pemikiran mereka berbeda dengan saya, saya suka akan tantangan yang positif.
Saya orang biasa, namun bisa bersama mereka yang luar biasa bahkan yang luar binasa. Banyak mata memandangku dengan sinis, tetapi untuk bisa memaknai hidup ini tak perlu sinis di balas dengan sinis. Santaiiiiiiiiiiiiiiii.........Mungkin ini kelebihanku. Dari situ aku banyak menyikapi hidup bahwa tak selamanya INDAH.
Orang akan belajar dengan membaca, melihat, mendengar, dan orang akan belajar lebih dalam bila ia yang menjalaninya dan merasakannya. Aku sudah melewati itu.......Sehingga bisa memaknai hidup secara luas.
Dan menjadi Announcer bukan asal cuap-cuap, kalau cuap-cuap anak SD juga bisa. Benar sekali, begitu pentingnya “pengalaman” dan kitapun harus mengelola pengalaman-pengalaman yang kita miliki secara benar dan cermat. kata orang bijak ' Pengalaman adalah Guru Terbaik' . Sudah berapa banyak pengalaman yang kita peroleh? Semakin panjang umur kita, semakin banyak aktifitas kita, dengan siapa saja kita bergaul tanpa membeda-bedakan status, akan semakin banyak pengalaman yang kita miliki. Semakin aktif kita, semakin banyak pula kemungkinan pengalaman yang akan kita peroleh.
Saya bukan konselor, saya bukan psikolog, saya bukan suster cinta, dan saya tidak punya obat untuk masalah cinta. Tetapi itulah kebahagiaan yang saya rasakan sebagai announcer. Punya kesan yang berbeda yang bisa saya maknai.
Hari demi hari , saya terus bertanya kira-kira siapa kah orang yang mengirimkan email itu, apakah dia lelaki atau wanita, dan apakah dia baik-baik saja?
Saya tidak tahu.
Saya cuma bisa mengatakan saya bisa merasakan arti emailmu dan memaknai arti hidup ini. Terima Kasih Untuk kepercayaan menjadi teman curhat meskipun hanya via email tanpa identitas. Dan terima Kasih sudah mendukungku selalu, Fans-ku.
GOSIP
Mereka kok masih ngomongin orang, ternyata mereka masih mengungkit masa lalu orang, mereka masih berpikiran negatif, mereka masih membahas kejelekan dan kelemahan seseorang di masa lalu. Itu artinya mereka masih belum beruntung, mereka masih primitif, mereka belum sukses, mereka iri hati tanda tak mampu dan hanya satu kata buat mereka “KASIAN”.
Kalau bergaul dengan orang yang positif thinking, rendah hati, tidak mengungkit kejelekan masa lalu seseorang, friendly dan suka mengalah... ini dia , mereka masuk dalam kategori orang sukses yang baik. Karena tidak melihat masa lalu tetapi melihat masa depan.
Dari dulu sampai sekarang coba kita berkaca pada diri kita sendiri, siklus hidup kita masuk dalam grafik yang mana?
Coba lihatlah, kamu masuk dalam grafik I, II atau III? I=Meningkat atau stagnant ? II= kamu baru sadar bahwa sikapmu, karirmu dan pengetahuanmu tidak berubah positif setiap tahunnya Atau malahan III= menurun? Silahkan menjawab dalam hati kecilmu dan introspeksi diri.
BUKAN DIA YANG TERBAIK. DARI AWAL MEMANG BUKAN DIA TULANG RUSUKMU TETAPI DIA BENAR TULANG BUSUKMU.
SEJAK PERTAMA SUDAH KUKATAKAN PADAMU JANGAN DIA. KARENA DIA ADALAH SEORANG YANG “DIAM, CERDAS DAN KEJAM”
KAMU SAJA YANG TETAP KEKEH KALAU DIA BISA BERUBAH.
MANA BUKTINYA?
TOH DIA TAK BERUBAH KAN KARENA YANG BISA MEMBUATNYA BERUBAH BUKAN KAMU, ORANGTUANYA ATAU SAHABATNYA MELAINKAN DIRINYA SENDIRI.
NAH, KALAU NASI SUDAH MENJADI BASI. AKHIRNYA DIBUANG KAN?
SEPERTI KAMU SEKARANG YANG SUDAH DIBUANG?
DIA SUDAH MENGGANGGAP KAMU BASI YANG SUDAH TAK LAYAK DIKONSUMSI LAGI.
TERUS? APA KAMU HARUS SAKIT HATI? MENANGIS? CUKUP! JANGAN KELAMAAN KARENA YANG BASI ITU TETAP KADALUARSA DAN TAK BERFUNGSI LAGI.
BIARLAH DIA SEPERTI DIRINYA YANG SELALU BENAR ADANYA.
DIA PERBUAT SEPERTI APA YANG DIA SUKA DAN DIA SUKA DENGAN APA YANG DIA LAKUKAN. KAMU HANYALAH KORBAN DAN PENONTON BAGI KESENANGAN DIRINYA SENDIRI.
CUKUP! SUDAH CUKUP! RELAKAN!
TINGGAL MENUNGGU SAJA KAPAN “MALANG” AKAN MENGHAMPIRINYA?
Ketika semuanya berada pada titik kejenuhan apa yang akan kau lakukan Sobat
Ampun..ampunkan aku bila aku harus berkata aku jenuh pada mu, bukan karena aku tak bersyukur tp krn aku tak bisa menahan perih perasaan ini dan aku harus menahan agar jangan terlihat setes air mata ini jatuh dan dilihat oleh sekitarmu.
Aku malu, tetapi ku tak mau mereka tahu bila aku malu tuk mengatakan yang sesungguhnya bila aku JENUH.
AKU SUDAH TAHU KALAU HIDUP INI BERWARNA
AKU SUDAH MELIHAT DRAMA KEHIDUPAN INI
AKU JUGA SUDAH MENGALAMI KISAH HIDUP INI
RASANYA MANIS, PAHIT, ASAM, ASIN, GURIH, NIKMAT, PANAS, DINGIN DAN BERANEKARAGAM.
DAN TELAH KUPAHAMI.
YAH, PALING TIDAK DENGAN SUDAH MEMAHAMINYA AKU SUDAH BISA MENGERTI HIDUP INI
DAN MENDORONGKU UNTUK TERUS MELAKUKAN HAL-HAL YANG BAIK.
UNGKAPKAN SEGALA RASA
Aku marah disaat aku memulai pertanyaan dan jawabanmu adalah terserah. Pertemuan yang singkat denganmu membuatku selalu bertanya-tanya dalam hati apa yang ada dalam otak kecilmu itu. Tak pernah kau menjelaskan secara detail apa yang terjadi. Penuh dengan kamuflase. Kau terkenal dengan tipu muslihat, kau yang paling hebat, kau yang monopoli dalam tindakan dan kau yang tak punya rasa. Kau yang paling benar.
Hari demi hari telah ku lewati. ada pertemuan dan ada perpisahan, ada kebahagiaan dan ada air mata. Ada kenangan dan ada perubahan. Memaknai hidup ini sebenarnya tidak sulit seperti yang aku bayangkan hanya saja, kadang bertemu dengan orang yang beda pemikiran sama kita, yang membuat kita terus berpikir dan memaknai arti hidup yang sebenarnya.
APA YANG TERJADI???
Dear Diary,
Tak peduli saya harus memulai dari mana untuk mengawali satu kata yang tentunya bisa akan menjadi kalimat-kalimat, dan banyak alinea yang akan tertuang dalam tulisan ini.
Kau tahu apa yang telah terjadi pada kita selama ini? Jangan berpura-pura tidak tahu. Otakmu begitu pintar untuk mengelabui tetapi matamu tak bisa berbohong. Sesungguhnya kau ingin memilikiku tetapi mengapa kau terperangkap dengan ketidakjelasanmu karena dalam otakmu, kau pikir hanya kau yang terhebat. Kau tetap sama dengan yang lain, kau tetap biasa seperti layaknya orang biasa. Bisa ku katakan, kau tak punya nurani. Mau sampai kapan? Bukan kau saja yang punya masalah, masalah dengan hatimu, dengan perasaanmu dan dengan kehidupanmu. Kapan kau bisa memaknai semua itu.
Kau tak lebih dari seorang pecundang.......bangsat......penipu....brengsek......mati saja kau........sampah lebih berharga daripada kau... biadab,...............................
Kau juga punya air mata kan, aku bisa merasakannya kalau, di waktu kesendirianmu kau memikirkanku karena kita sudah menyatu secara fisik dan mental. Mengapa kau tak pernah ungkapkan itu dari bibir dan hatimu yang tulus? Oh hati ku sudah mati, tak dapat merasakan kerinduan yang dalam pada orang lain hanya kau yang selalu terpikirkan dalam waktu-waktu senggangku.........ingin rasanya terus beraktifitas agar tidak memikirkan wajahmu yang rupawan itu, tapi tak bisa.
Akankah kau mengerti itu. TIDAK. Kau tak pernah mengerti itu apalagi tuk memahaminya&memaknainya.
Dear diary, dia tak sedikitpun mempedulikanku, namun dalam doaku ku berharap agar dia kembali ke jalan-MU.
=======================================================================
Menjadi Announcer, apalagi membawakan program tentang cinta dan kehidupan di malam hari, sangatlah menarik buatku, apalagi kalau lagi mengulas tema-tema menarik yang banyak pendengar mengalami itu dan mereka juga dengan semangat yang menggebu-gebu untuk berpartisipasi via sms, dan email untuk mengomentari topik hangat di malam hari.Hm....bisa menjadi inspirasi dan banyak belajar, kalau mengalami suatu dilema atau butuh solusi dari orang lain, banyak sekali pendapat yang berbeda-beda. Tetapi sejauh mana kita bisa menelaah setiap pendapat baik yang negatif maupun positif.
Oh ya, Diary di atas, termasuk salah satu kiriman dari salah satu fans yang identitas emailnya tidak jelas. Tetapi, di akhir tulisannya, ia sempat mengatakan kalau ia termasuk pendengar setiaku, kalau aku lagi siaran :D.
Entah mengapa ia mengirimkan tulisan itu, namun jawabannya bukan untuk di ON AIR kan namun hanya ingin berbagi saja sama Tere, kalau itulah dilema cinta yang ia hadapi. Dan ia sangat puas kalau sudah bercerita meskipun via email.
Hey, saya jadi penasaran sebenarnya siapakah orang yang ada di seberang sana, yang sudah mengirimkan email.
Hanya merasa kagum pada diri ini kalau suara kita, dan keberadaan kita membuat orang merasa aman dan mau berbagi.
Banyak hal yang bisa saya pelajari dan pastinya memaknai arti hidup ini, melalangbuana dengan berbagai aktifitas yang berbeda tak peduli apa kata orang, tak peduli apa kata keluarga, karena pemikiran mereka berbeda dengan saya, saya suka akan tantangan yang positif.
Saya orang biasa, namun bisa bersama mereka yang luar biasa bahkan yang luar binasa. Banyak mata memandangku dengan sinis, tetapi untuk bisa memaknai hidup ini tak perlu sinis di balas dengan sinis. Santaiiiiiiiiiiiiiiii.........Mungkin ini kelebihanku. Dari situ aku banyak menyikapi hidup bahwa tak selamanya INDAH.
Orang akan belajar dengan membaca, melihat, mendengar, dan orang akan belajar lebih dalam bila ia yang menjalaninya dan merasakannya. Aku sudah melewati itu.......Sehingga bisa memaknai hidup secara luas.
Dan menjadi Announcer bukan asal cuap-cuap, kalau cuap-cuap anak SD juga bisa. Benar sekali, begitu pentingnya “pengalaman” dan kitapun harus mengelola pengalaman-pengalaman yang kita miliki secara benar dan cermat. kata orang bijak ' Pengalaman adalah Guru Terbaik' . Sudah berapa banyak pengalaman yang kita peroleh? Semakin panjang umur kita, semakin banyak aktifitas kita, dengan siapa saja kita bergaul tanpa membeda-bedakan status, akan semakin banyak pengalaman yang kita miliki. Semakin aktif kita, semakin banyak pula kemungkinan pengalaman yang akan kita peroleh.
Saya bukan konselor, saya bukan psikolog, saya bukan suster cinta, dan saya tidak punya obat untuk masalah cinta. Tetapi itulah kebahagiaan yang saya rasakan sebagai announcer. Punya kesan yang berbeda yang bisa saya maknai.
Hari demi hari , saya terus bertanya kira-kira siapa kah orang yang mengirimkan email itu, apakah dia lelaki atau wanita, dan apakah dia baik-baik saja?
Saya tidak tahu.
Saya cuma bisa mengatakan saya bisa merasakan arti emailmu dan memaknai arti hidup ini. Terima Kasih Untuk kepercayaan menjadi teman curhat meskipun hanya via email tanpa identitas. Dan terima Kasih sudah mendukungku selalu, Fans-ku.
GOSIP
Mereka kok masih ngomongin orang, ternyata mereka masih mengungkit masa lalu orang, mereka masih berpikiran negatif, mereka masih membahas kejelekan dan kelemahan seseorang di masa lalu. Itu artinya mereka masih belum beruntung, mereka masih primitif, mereka belum sukses, mereka iri hati tanda tak mampu dan hanya satu kata buat mereka “KASIAN”.
Kalau bergaul dengan orang yang positif thinking, rendah hati, tidak mengungkit kejelekan masa lalu seseorang, friendly dan suka mengalah... ini dia , mereka masuk dalam kategori orang sukses yang baik. Karena tidak melihat masa lalu tetapi melihat masa depan.
Dari dulu sampai sekarang coba kita berkaca pada diri kita sendiri, siklus hidup kita masuk dalam grafik yang mana?
Coba lihatlah, kamu masuk dalam grafik I, II atau III? I=Meningkat atau stagnant ? II= kamu baru sadar bahwa sikapmu, karirmu dan pengetahuanmu tidak berubah positif setiap tahunnya Atau malahan III= menurun? Silahkan menjawab dalam hati kecilmu dan introspeksi diri.
Langganan:
Postingan (Atom)