Jadi pacar, semua orang bisa kalau ketemu muncul rasa suka, cinta plus sayang bakal jadi pasangan seumur hidup, tapi kalau jadi teman merangkap ”PACAR” bisa gak loe.
Dia teman gue, pas ketemu sama dia pertama kali, kata orang cinta muncul pada pandangan pertama, pas banget die orangnya langsung kecantol kaya es cendol terasa ampe ke hati. Suka, campur seneng klo liat dia, di otak ni Cuma kepikiran pasti gue bakal dapatin dia.
SIP....impian gue nyata adanya. Apapun konsekuensinya gw hrs dapatin dia. Selagi janur kuning belum melengkung boleh dong cicipin dikit aja...dikit aja (bacanya pakai improvisasi ya) ,... lebih juga gpp asalkan janur-janur gw sama die belom melengkung.
Dalam hidup ini, pengalaman yag sering gw alami adalah feeling gue selalu aja tepat. Dan jangan lupa setiap kita bernafas, selalu ada resiko yang harus selalu siap setiap saat yang bakal loe hadapin dan gw dalam hati kecilpun selalu siap dengan resiko apapun itu.. Termasuk impian gw di atas. Berani berbuat, berani bertanggung jawab, berani untuk tersenyum dan berani pula untuk sedih.
Dear all,
Yang namanya keinginan, meskipun dikitttttttttttttttt aja bersamanya gw udah seneng kok. Maksud gw, salah satu resiko yang gw hadapin adalah suka sama orang yang salah, karena dia akhirnya jadi milik orang.. dan gw sadar itu, terlanjur gw udah suka…stop sama pikiran loe, serius gw Cuma terpesona dan suka aja, dia makluk ciptaan Tuhan- gw juga, dia lawan jenis, dan gw masih normal, tapi itu bagian dari resiko kan.
Tiba-tiba dia bilang jangan ada “rasa”, gw tahu itu artinya apa? dan itu adalah bagian dari resiko. Dia tahu rasa ini, rasa yang selalu hangat bila berdekapan dengannya, bolehlah pada setiap orang gw pernah gombal juga kali, tapi kali ini gak....gak sama sekali. Feeling gw : Dia pasti tahu itu dan juga merasakannya kok, karena gak mungkin sedikitpun dia gak punya rasa suka
Anyway, dari dulu sampai sekarang gw selalu mencari jati diri gw dan bertanya dalam hati, dan akhirnya kutemukan jawabannya : guys sekarang gw udah dewasa karena gw bisa menerima dan menghadapi resiko, gw bisa ikhlas, gw bisa tersenyum dan gw bisa bahagia karena dia bakal bahagia.
Ikhlas...hmm...ikhlas sodaranya sabar. Bener banget karena rasa ini dari dulu sampai dengan sekarang hanya rasa SUKA (jangan sedikitpun loe ngelarang gw), karena memang kita ga mungkin dan pasti gak bakal bisa bersatu.
Gw cuman mau bilang, pasti ada waktunya RASA ini akan terkubur dengan JANUR KUNING-gw yang akan melengkung juga.
Tuhan Tolong by Derby
ku rasa getaran cinta
di setiap tatapan matanya
andai ku coba tuk berpaling
akankah sanggup ku hadapi kenyataan ini
oh tuhan tolonglah aku
jangan lah kau biarkan diriku
jatuh cinta kepadanya
sebab andai itu terjadi
akan ada hati yang terluka
Tuhan tolong diriku
walaupun terasa indah
andaikan ku dapat juga dirinya
namun ku harus tetap bertahan
menjaga cinta yang tlah lebih dulu ku jalani
sebab andai itu terjadi
akan ada hati yang terluka
Tuhan tolong diriku
Kamis, Agustus 19, 2010
Rabu, Agustus 18, 2010
Romusa
Bila bekerja menggunakan perasaan, memang susah dan pasti tidak professional karena tidak produktif. Dan akan tercipta like and dislike dalam penempatan posisi dan tidak akan dipromosikan. Arena persaingan kerja saat ini menuntut orang untuk bukan hanya berusaha dan bekerja keras namun memaksa orang untuk menjilat dan berbuat curang, karena dengan begitu anda bisa bertahan untuk menjadi yang terbaik sekalipun dengan cara yang tidak bermoral.
Hey, legal gak sih…hari gini ngomongin moral, ke laut aje, ada satu temanku , Rasti yang suka gila-gilaan kodok (versi gw) kalau menanggapi setiap komentar dari “Geng RomuSa”.
Sementara Rasyid cowo itam, yang jarang mandi ini juga ikutan Garang sambil komat kamit sama sedotan aqua sambil bergumam : Dia tau tidak, dia pikir dia siapa, saya tiup langsung nyawanya hilang tinggal namanya saja yang mungkin tidak akan dikenal.
Wah…gawat nih, bisa hancur ni ruangan belum lagi Rasyid selain amarahnya sedang meninggi ditambah juga pukulan keras pada meja triplek di sudut kanan ruangan, untungnya meja itu gak roboh karena ada penopangnya. Suasana ruangan jadi terdiam, dengan raut wajah masing-masing anggota Geng Romusa yang pada cemberut-AN
Apa kata dunia kalau teman makan teman, eh jadi ingat lagunya Candy tuh, ih itu sih lain persoalannya. Kok semua jadi runyam gini, ayo Romusa bravo. Ada juga teman yang sedikit menghibur..
Topik diskusi hari ini tentang perasaan dan produktivitas. Dua hal yang berbeda namun kerap kita temui dalam situasi di mana saja, yang so pasti ada efek yang ditimbulkan. Kurang 3 jam tak habis-habis membicarakan tema ini bersama, itulah sesi berbagi pendapat, dan sindirian dari yang halus sampai kasar terjadi di sini tanpa batasan waktu dan rundown yang jelas. Masing-masing orang di kasih kesempatan sebebas-bebasnya untuk berpendapat. Dan tetap khusus sesi diskusi ini tak boleh menggunakan perasaan, apa yg disukai dan tidak disukai wajib diutarakan.
Diskusi yang dilakukan sekali sebulan ini memang dirancang untuk tidak formil, tanpa batasan waktu dan kebebasan untuk mengemukakan pendapat tetapi tetap ada moderatornya jadi ada aturannya.
Akhirnya tiba juga pada kesimpulan akhir bahwa setiap orang punya hak untuk mendapatkan yang terbaik apapun bentuknya. Semua kerja keras akan membuahkan hasil dan akan bertahan lama bila tidak saling mendahului.
Yang paling mengesankan adalah bulan ini si Manda, di akhir diskusi menghadiahkan sebuah buku dengan judul Mendobrak Individulisme yang di cetak khusus untuk Geng RomuSa, dimana tulisan ini terinspirasi dari diskusi yang baru berlangsung selama setahun ini, tak sadar kalau selama ini diam-diam Manda menyimak betul proses diskusi yang berlangsung, masing-masing karakter tergambar dalam tulisan Manda, tidak ada yang protes dan ini adalah hadiah yang diberikan Manda dalam rangka ulang tahun Geng RomuSa.
Geng Romusa dengan akronim Rombongan Muda-mudi Salah Tingkah kalau udah kebelet. Geng yang berjumlah 20 anggota tetap dan lain-lain anggota pasif ini berasal dari latar belakang yang berbeda, dan profesi yang berbeda-beda sehingga segala unek-unek yang dialaminya bisa di ungkapkan. Tapi jangan salah anggota pasif benar-benar diseleksi sedemikian rupa sementara anggota aktif punya sumpah anggota lho.
Dengan motto Geng RomuSa : hindari penyakit gila Kronis. Ckckckckkc
Hey, legal gak sih…hari gini ngomongin moral, ke laut aje, ada satu temanku , Rasti yang suka gila-gilaan kodok (versi gw) kalau menanggapi setiap komentar dari “Geng RomuSa”.
Sementara Rasyid cowo itam, yang jarang mandi ini juga ikutan Garang sambil komat kamit sama sedotan aqua sambil bergumam : Dia tau tidak, dia pikir dia siapa, saya tiup langsung nyawanya hilang tinggal namanya saja yang mungkin tidak akan dikenal.
Wah…gawat nih, bisa hancur ni ruangan belum lagi Rasyid selain amarahnya sedang meninggi ditambah juga pukulan keras pada meja triplek di sudut kanan ruangan, untungnya meja itu gak roboh karena ada penopangnya. Suasana ruangan jadi terdiam, dengan raut wajah masing-masing anggota Geng Romusa yang pada cemberut-AN
Apa kata dunia kalau teman makan teman, eh jadi ingat lagunya Candy tuh, ih itu sih lain persoalannya. Kok semua jadi runyam gini, ayo Romusa bravo. Ada juga teman yang sedikit menghibur..
Topik diskusi hari ini tentang perasaan dan produktivitas. Dua hal yang berbeda namun kerap kita temui dalam situasi di mana saja, yang so pasti ada efek yang ditimbulkan. Kurang 3 jam tak habis-habis membicarakan tema ini bersama, itulah sesi berbagi pendapat, dan sindirian dari yang halus sampai kasar terjadi di sini tanpa batasan waktu dan rundown yang jelas. Masing-masing orang di kasih kesempatan sebebas-bebasnya untuk berpendapat. Dan tetap khusus sesi diskusi ini tak boleh menggunakan perasaan, apa yg disukai dan tidak disukai wajib diutarakan.
Diskusi yang dilakukan sekali sebulan ini memang dirancang untuk tidak formil, tanpa batasan waktu dan kebebasan untuk mengemukakan pendapat tetapi tetap ada moderatornya jadi ada aturannya.
Akhirnya tiba juga pada kesimpulan akhir bahwa setiap orang punya hak untuk mendapatkan yang terbaik apapun bentuknya. Semua kerja keras akan membuahkan hasil dan akan bertahan lama bila tidak saling mendahului.
Yang paling mengesankan adalah bulan ini si Manda, di akhir diskusi menghadiahkan sebuah buku dengan judul Mendobrak Individulisme yang di cetak khusus untuk Geng RomuSa, dimana tulisan ini terinspirasi dari diskusi yang baru berlangsung selama setahun ini, tak sadar kalau selama ini diam-diam Manda menyimak betul proses diskusi yang berlangsung, masing-masing karakter tergambar dalam tulisan Manda, tidak ada yang protes dan ini adalah hadiah yang diberikan Manda dalam rangka ulang tahun Geng RomuSa.
Geng Romusa dengan akronim Rombongan Muda-mudi Salah Tingkah kalau udah kebelet. Geng yang berjumlah 20 anggota tetap dan lain-lain anggota pasif ini berasal dari latar belakang yang berbeda, dan profesi yang berbeda-beda sehingga segala unek-unek yang dialaminya bisa di ungkapkan. Tapi jangan salah anggota pasif benar-benar diseleksi sedemikian rupa sementara anggota aktif punya sumpah anggota lho.
Dengan motto Geng RomuSa : hindari penyakit gila Kronis. Ckckckckkc
Selasa, Juli 27, 2010
Langganan:
Postingan (Atom)