Sembilan Alasan Terburuk untuk Menikah
by Lori Garcia
Ketika dua orang jatuh cinta, pernikahan jelas menjadi jawabannya. Namun jangan bodohi diri kita sendiri, karena banyak juga orang menikah bukan karena cinta.
Jika Anda siap menikah namun sadar bahwa Anda masih bingung terhadap perasaan cinta, pertimbangkan lagi keputusan untuk menikah.
Anda layak mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Jika ada sedikit keraguan di kepala Anda, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda belum siap menikah.
Berikut sembilan alasan mengapa Anda harus menunda pernikahan saat ini juga!
1. Untuk menyenangkan orangtua
Memang, orangtua akan merasa bahagia saat mengetahui bahwa ada seseorang yang akan menjaga Anda. Tapi mereka sebenarnya hanya menginginkan cucu.
2. Untuk membuktikan memiliki orientasi seks yang normal
Entah Anda mencoba untuk membuktikan orientasi seksual kepada diri sendiri atau orang lain, pernikahan bukanlah jawabannya.
3. Membantu teman yang kesulitan
Apakah harus kami ingatkan bahwa menikah untuk tujuan mengelabui proses imigrasi adalah tindakan kriminal? Pengorbanan yang sia-sia.
4. Anda hamil
Mengetahui bahwa Anda hamil adalah hal yang menakutkan. Apalagi jika Anda hamil saat masih melajang, maka itu akan lebih menakutkan. Terburu-buru menikah sebelum Anda siap, bisa membuat pernikahan Anda berakhir tragis. Biasakan diri dengan peran sebagai ibu sebelum siap memikul tanggung jawab dalam pernikahan.
5. Sudah terlalu lama berpacaran
Anda mengencani seorang pria dan hubungannya berjalan lancar. Dia mencintai Anda dan semuanya baik-baik saja. Apakah Anda harus terikat dan menikah? Jika Anda belum siap maka jangan lakukan.
6. Melunasi utang
Anda memiliki banyak utang dan tidak bisa melunasinya. Sebelum Anda menikah dengan pria yang memiliki banyak uang, pahamilah bahwa kebahagiaan pribadi tidak bisa dibeli dengan uang.
7. Karena semua orang juga menikah
Jadi, semua orang yang pernah Anda temui sudah menikah dan Anda masih melajang. Hindari perasaan tertekan dan jadilah diri sendiri. Cinta akan datang saat waktunya tiba.
8. Mewujudkan pernikahan impian
Daya tarik dari pernikahan mewah memang tidak terelakkan, namun apakah itu harga yang pantas dibayar untuk kehidupan tanpa cinta? Silahkan tanya Kim Kardashian.
9. Ingin memiliki anak
Ya, pepatah bijak berbunyi, “Awalnya cinta bersemi, lalu menikah, dan akhirnya ada bayi,” namun mungkin Anda bukan tipe gadis konvensional seperti itu.
Rabu, April 10, 2013
Senin, Desember 31, 2012
Hidup adalah Senyuman
Selamat Tahun Baru Brother and Sister yang sudah melalang buana di blog saya, yang sudah menjadi bagian dari kisah petualang hidup saya di tahun 2012, banyak kenangan bahagia, suka cita, duka cita, tangis dan air mata, haru dan pula syukur yang berlimpah yang saya peroleh sampai di akhir tahun 2012.
Tahun 2013 banyak harapan tertunda yang ingin saya capai dan tidak ada seorangpun yang bisa menghalangiku untuk maju, tidak ada satu orangpun yang boleh irihati padaku karena dia akan berurusan denganku. Tantangan demi tantangan harus berani dilewati karena semua itu mendewasakan diriku. Tuhan yang akan melindungiku jadi tak seorang manusiapun yang punya kuasa.
Selamat datang tahun 2013 yang akan membawa kebahagiaan tak terhingga bagi kami, karena kami ingin agar tangisan air mata kami terbayar di tahun ini.
Hidup adalah senyuman dan air mata, syukur padaMu TUHAN karena kami masih bisa tersenyum karenaMU.
Doakanlah dan sertailah kami selalu agar kami hanya dipertemukan dengan orang-orang baik, tulus dan ikhlas. Dijauhkan dari manusia-manusia jahat dan roh-roh manusia jahat. Kami ingin hidup tenang, aman dan damai di tahun ini. Amin.
Sabtu, November 10, 2012
Satu tahap telah dilewati
Ada saat dimana kita begitu gembira karena ada rejeki yang berlimpah,
Ada saat dimana kita harus menangis karena kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidupmu,
Ada saat juga dimana kita harus bangkit menuju kepada kebahagiaan dan kesuksesan,
Begitulah kita manusia,
Sebagai manusia yang Normal saya sering Protes bila apa yang saya alami diluar dari apa yang saya inginkan, akan tetapi saya sangat egois bila terlalu banyak menuntut pada dunia ini.
Padahal saya tahu hidup di dunia ini sangatlah singkat sekali, bahkan saya bertanya dalam hati ini, sudah berapa persenkah sesuatu hal positif yang telah saya lakukan untuk orang-orang terdekat saya yang telah mengorbankan banyak hal buat saya. Adakah itu? Dan bisakah saya menyebutkan satu persatu?
Ampunilah saya Sang Pencipta karena sesuatu yang positif itu lebih kecil persentasinya dari pada yang negative.
Dan apakah saya terus berdiam diri tanpa aksi nyata untuk merubah semua itu. Tentu Tidak.
Langganan:
Postingan (Atom)