Minggu, Januari 24, 2010

TAKDIR

Ketika saatnya untuk memulai langkah yang baru, tiba-tiba dia hadir kembali..

Gigi – My Facebook


Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba
Bekas kekasih yang lama hilang
Satu dari kekasih yang terbaik

Mungkin waktu yang ku persalahkan
Mungkin saja keadaan yang salah
Terpikir hati untuk mendua
Tapi nurani tak bisa mendua

[*]
Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama
Ku hanya bisa membagi cerita nostalgia

[**]
Cuma itu yang ku berikan
Cuma itu yang ku bisa persembahkan
Karna aku ada yang punya
Tapi separuh hati ini untukmu

Ku bisa saja putuskan dia
Ku bisa menutup semua cintaku
Tapi apakah kau pun setuju
Menyakiti seorang manusia

Back to [*][**]

Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama

Back to [**]

Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba hmmm


Ya itu hanya lirik lagu GIGI : my FB

Bukan terinspirasi dari alunan musik lagu yang selalu kudengarkan via mp3-ku tapi benar-benar real..tak perlu di cari akan nongol dengan sendirinya. Apakah ini takdir atau suatu kebetulan, lagi-lagi aku berpikir kalau di dunia ini tidak ada yang KEBETULAN tapi semua sudah ada yang atur...

Aku tak menyangka kalau masa lalu itu hadir kembali bukan karena dengan situasi yang berbeda, bentuk yang berbeda tetapi hanya untuk menawarkan kalau masa lalu itu hadir untuk masa depan. Sekali lagi aku bertanya apakah ini takdir?

Semua persoalan yang terjadi pada ku di masa lalu sekalipun sudah terkubur sedalam-dalamnya lautan tapi dalam sekejap saja bisa mengingatkan semua hal hanya lewat situs jejaring yang satu ini. Ini takdir atau bukan.

Jangan pernah memaksa, dan jangan menyerah. Aku percaya Waktu yang terus berlalu dengan pergantian musim yang berubah-ubah, ada saat untuk menikmati hujan dari langit dan ada saat dimana Matahari bersinar terang menyinari bumi ini.

Aku tak pernah berubah, aku tak sombong, aku tak angkuh, kalimat ini cocok untuk mereka yang tidak mengenalku. Jadi tak perlu kata maaf untuk semua itu.

Tapi untuk saat ini, aku mau berharap...mengertilah...berikan aku waktu untuk bisa benafas lega bukan untuk melupakanmu tetapi untuk mengejar asa-ku

Biarkan Waktu yang akan menunjukkan kalau Aku percaya Takdir. Awal bulan di tahun baru 2010 ini, menjadi langkah awal kalau jawaban atas pertanyaan-ku sudah ada.

Sabtu, Desember 26, 2009

Merubah Tabiat buruk

27 des 09, tinggal 4 hari lagi akan datang gambar yang berubah di dinding rumahku. Gambar itu tak lain dan tak bukan adalah kelender tahunan. Setiap menjelang hari Natal, ada yang berubah : warna / cat rumah, perabot rumah, tubuh : dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya berubah, dengan harapan menjadi lebih oke, modern dan indah dari waktu ke waktu. Sadar atau tidak kalau semua itu hanya untuk memuaskan pandangan mata sesaat. Masing-masing orang berlomba-lomba dengan tujuan apa yang sudah di kerjakan selama ini semuanya tercapai dan bentuk dari kesuksesan adalah segala sesuatu yang dipandang, dilihat dan diamati oleh Yang melihatnya itu memberikan respon yang baik dengan cara memuji, mengagumi dan terpana dengan keinginan yang terselubung juga.."kapan saya seperti itu"

Terus sebenarnya apakah kita juga punya sedikit waktu untuk merenungkan sejenak dengan perubahan yang kita jalani, terlebih khususnya lagi bila kita punya tabiat buruk yang sepatutnya itu harus dirubah tetapi ternyata hingga detik inipun tak pernah berubah..

Tak perlu mengharapkan jawaban dari orang lain, bila diri kita sendiri tidak bisa menjawabi pertanyaan itu kalau ada yang bertanya demikian. Saya pernah berpikir kalau saya adalah orang yang masuk dalam kategori orang baik ( pandangan baik saya relatif) namun ternyata tidak. Saya bukan orang baik. Saya tidak bisa menolong diri saya sendiri bila saya menghadapi dilema. Dan saya tidak bisa menolong orang lain bila orang itu butuh pertolongan saya. Berarti saya tidak baik. Atau karena saya punya alasan tersendiri. Ah itu hanya alasan klasik saja.

Awal tahun baru seperti halnya menyambut Tahun Baru 2010, adakah harapan untuk merubah tabiat buruk? Memangnya saya punya tabiat buruk? Jawaban ini sangat sulit. Mengapa ? ya karena saya pasti dengan bangganya mengatakan saya tidak pernah punya tabiat buruk karena saya selalu berbuat baik, sampai-sampai saya tidak pernah berpikir sedikitpun kalau apa yang selama ini saya jalani adalah tabiat buruk saya. Itu tadi di mata saya baik belum tentu di mata oranglain, ataupun sebaliknya. Tanya lagi nih, apakah kamu punya tabiat buruk? Ya, saya punya. Apa itu? jawaban cukup saya saja yang tahu.

Disini saya mau menekankan kalau saya punya tabiat buruk. Entah apapun itu tabiat buruk saya, saya punya impian yang besar suatu saat kelak saya akan merubahnya dan itu PASTI.

OH ya, di Tahun yang Baru ini 2010... saya ingin menjadi orang yang baik. walaupun untuk menjadi orang baik butuh waktu dan proses.

Jumat, November 20, 2009

Wanna Be

Capek juga mentaati aturan yang menjebak kreativitas kita....padahal ingin membuat suatu terobosan baru namun terhalang oleh lingkungan sekitar yang tidak mengerti prosedural. Pemikiran kita yang didasari oleh proses pembelajaran yang cukup panjang justru tidak diindahkan, apakah kemelut seperti ini juga harus didiamkan saja. Tentu tidak , perjuangan tidak akan pernah berakhir dan itu hanya bisa diatasi dengan kemampuan, kecerdasan dan keberanian untuk membawa perubahan ke arah yang baik.