Minggu, November 02, 2014

TAFSIR HIDUP


Sebelum kita mendapatkan apa yang kita maknai kebahagiaan, sebenarnya kita harus bisa melewati setiap rintangan hidup, itu yang dinamakan salib yang harus kita pikul, terkadang banyak manusia ingin segalanya instan, cepat dan mudah dalam menggapai sesuatu sehingga mengabaikan yang namanya waktu, proses, usaha, kerja keras, kegagalan dan kebahagiaan yang ingin diraihnya, sampai-sampai manusia itu sendiri tidak dapat memahami apa itu bahagia yang sesungguhnya.

Ya terkadang dalam hidup ini, manusia banyak yang salah mengikuti aturan atau menjadikan manusia lainnya sebagai inspirator hidupnya padahal, apabila imannya teguh sesungguhnya iman, harapan, dan kasih akan Sang Pencipta Alam semesta ini adalah inspirator yang sesungguhnya. Karena sesama manusia tidak ada yang sempurna seutuhnya. Hanya hal positif dari perilaku manusia lain yang bisa dijadikan pedoman bukan manusia itu sendiri.

Iman yang lemah biasanya cepat goyah, mudah putus asa dan tak berdaya seolah-olah tidak ada gaya hidup yang menjadi energi khusus buat diri nya untuk terus maju pantang mundur. Sesungguhnya pelajaran berharga dari sebuah kesuksesan untuk bahagia adalah kegagalan itu sendiri namun sayang, tidak semua manusia di dunia mau dan rela gagal, bahkan ada yang merasa malu, rendah diri dan tak berdaya, seolah hidup ini tidak ada artinya lagi. Salah besar. Sungguh salah besar.

Memiliki orang- orang terdekat yang sungguh luar biasa dalam arti terkadang mereka begitu menyebalkan namun pada akhirnya baru kita sadari oh mereka adalah yang terbaik yang jujur, tulus, yang mengerti dan penuh kasih meski harus dengan pukulan tajam yang menyinggung, kata-kata sindiran tajam yang justru sangat bermakna, baru kita sadari setelah mereka jauh dari kita atau mereka telah tiada.

Sungguh Tuhan, ENGKAU sangat luar biasa, memberikan kami banyak serigala ganas dalam hidup kami supaya kami tetap tegar dan pantang menyerah untuk selalu menghadangnya dengan darah, keringat, air mata namun pada akhirnya Engkau bisa membuat kami tertawa tanpa harus kami berkata padaMu bahwa kami MAU tertawa bahagia. Sesungguhnya terkadang kami salah mentafsirkan  tentang arti hidup ini yang Engkau sendiri lebih tahu akan rahasianya.

Kami hanya mampu melantangkan syukur tak terhingga Padamu , ENGKAU MAHA BESAR DAN AGUNG, saat ini dan seterusnya tanpa henti sekaligus mengucap JANGAN tinggalkan kami sedetik pun karena kami ingin Engkau selalu ada dalam setiap tetesan darah yang mengalir dalam raga ini.